PKI Madiun
Sejarah 18 September 1948 Puncak Pemberontakan PKI Madiun, Begini Latar Belakang hingga Penyelesaian
Pada bulan September ini, dikenang sebagai salah satu peristiwa kelam di Republik Indonesia. pada 18 September 1948, terjadi pemberontakan PKI Madiun
TRIBUN-TIMUR.COM - Pada bulan September ini, dikenang sebagai salah satu peristiwa kelam di Republik Indonesia.
Tepatnya pada 18 September 1948, terjadi sebuah pemberontakan yang dilakukan Partai Komunis Indonesia atau PKI di Madiun, Jawa Timur.
PKI sendiri adalah sebuah partai politik yang dibentuk pada 23 Mei 1914 dan dibubarkan pada 12 Maret 1966.
PKI pernah menjadi salah satu partai terbesar di Indonesia sebelum akhirnya dilarang dan dibubarkan.
Terbentuknya PKI berawal dari sebuah organisasi bernama Indische Social Democratische Vereniging (ISDV).
ISDV didirikan oleh seorang kaum sosialis Hindia Belanda, Henk Sneevliet pada tahun 1914.
Melansir Kompas.com, Sneevliet memiliki misi untuk menanamkan paham marxisme-komunisme terhadap perjuangan nasional Indonesia.
Cara yang Sneevliet lakukan yaitu dengan menyebarkan pemahamannya tersebut melalui organisasi buruh kereta api di Semarang.
Pada kongres ISDV di Semarang, Mei 1920, nama organisasi ini diubah menjadi Perserikatan Komunis di Hindia (PKH).
Semaun menjadi ketua dalam partai tersebut, dibantu Darsono sebagai wakil.
Semaun sendiri merupakan salah satu tokoh penting dalam sebuah organisasi bernama Sarekat Islam.
Di organisasi tersebut, Semaun juga berusaha untuk menanamkan paham komunis yang kemudian menimbulkan perpecahan dua kubu, SI Merah (Komunis) dan SI Putih (Agamis).
Pada tahun 1924 diadakan kongres Komintern kelima, di mana hasil dari kongres tersebut adalah adanya pengubahan nama kembali menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI).
Berikut latar belakang pemberontakan PKI Madiun 1948 oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) untuk menggulingkan pemerintahan Republik Indonesia.
Peristiwa itu terjadi di Madiun, Jawa Timur, pada pertengahan tahun 1948.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/delegasi-indonesia-dalam-perjanjian-renville.jpg)