Breaking News:

Tribun Bulukumba

Nelayan hingga Pengusaha Keluhkan Kelangkaan Solar di Bulukumba

Setiap hari kapal yang digunakan nelayan untuk menangkap ikan, membutuhkan 500 hingga 750 liter solar.

Penulis: Firki Arisandi | Editor: Hasriyani Latif

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Minimnya stok solar bersubsidi dikeluhkan oleh para nelayan di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Pasalnya, mereka tidak bisa melaut mencari ikan, karena bahan bakar kapal mereka adalah solar.

Itu disampaikan oleh sejumlah nelayan yang di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kelurahan Bentenge, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba.

Salah satunya disampaikan oleh H Muh Nur (70 tahun).

"Solar akhir-akhir ini sulit memang sulit kami dapatkan. Jadi kami tidak bisa melaut, bukan cuman saya nelayan di Bentenge semua rasakan," kata H Nur, Senin (13/9/2021).

Ia mengaku bahwa setiap hari kapal yang digunakan nelayan untuk menangkap ikan, membutuhkan 500 hingga 750 liter solar.

Itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar kapal dalam sekali melaut.

"Sekarang ini sudah masuk musim tangkap ikan, kebutuhan solar untuk nelayan sangat besar, tapi kalau tidak ada solar untuk di gunakan mauki pake apa pergi cari ikan, na kita juga berlayar itu dalam sepekan tiga kali," jelasnya. 

Akibat minimnya stok solar, para nelayan hanya disibukkan dengan melakukan perbaikan kapal.

"Kesibukan sekarang hanya memperbaiki kapal saja, karena kita sekarang mau apa sedangkan kebutuhan akan solar menjadi meningkat per hari apabila datang musim tangkap," jelas nelayan lainnya, Talla.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved