Breaking News:

Tribun Jeneponto

Belum Setahun Dikerja, Trotoar di Jalan Lingkar dan Abd Djalil Sikki Jeneponto Rusak

Ia menduga kerusakan karena tidak adanya pengawasan secara profesional oleh pihak kontraktor dan Dinas PU. 

Penulis: Muh Rakib | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/MUH RAKIB
Kondisi trotoar di sepanjang jalan Jeneponto kota, Sabtu (11/9/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, JENEPONTO - Trotoar dibeberapa titik di wilayah Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan mulai rusak.

Seperti di Jalan Lingkar, Jl Abd Djalil Sikki, dan sepanjang Jl M Ali Gassing, trotoar sudah banyak yang retak-retak.

Ketua Himpunan Pelajar Mahasiswa Turatea (HPMT), Edy Subarga menyayangkan kondisi trotoar yang rusak padahal belum setahun dikerjakan.

Ia menduga kerusakan karena tidak adanya pengawasan secara profesional oleh pihak kontraktor dan Dinas PU. 

"Pekerjaan dilaksanakan kurang lebih 60 hari kerja sekitar bulan 10 tahun 2020. Hasil pekerjaan diduga dikerja secara tidak maksimal mulai dari perencanaan yang dianggap tidak memperhatikan jangka panjangnya," ujarnya via WhatsApp, Sabtu (11/9/2021).

Padahal, kata dia, proyek trotoar tersebut menelan anggaran sekitar Rp 11 miliar yang bersumber dari APBDP.

"Anggaran yang digunakan bersumber dari APBDP 2020 dengan anggaran kurang lebih Rp 11 miliar," katanya.

"Hasil pekerjaan diduga dikerja secara tidak maksimal mulai dari perencanaan yang dianggap tidak memperhatikan jangka panjangnya, dimana terlalu banyak pohon besar di tengah-tengah trotoar yang memungkinkan trotoar terpecah," lanjutnya.

Ketika pohon tersebut semakin besar, trotoar yang kualitasnya kurang kuat akhirnya pecah.

"Dibuktikan dengan banyaknya trotoar yang sudah rusak, mulai dari jalan Lingkar, jalan Abd Djalil Sikki, sepanjang jalan M Ali Gassing sampai ke Pabiringa," tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Jeneponto, Arifin Nur mengapresiasi terhadap kontrol yang dilakukan HPMT dan itu menjadi koreksi PU kepada bawahannya yang mengerjakan proyek trotoar tersebut.

"Saya berikan apresiasi terhadap kontrol ini dan pastinya kita lebih paham tugas dan fungsi kita semua. Saya sebagai kepala dinas akan melakukan pemantauan dan memberikan ultimatum kepada bawahan," jelasnya.

Ia pun akan melakukan evaluasi terhadap semua bidang yang terlibat dalam pekerjaan trotoar.

"Kami akan adakan evaluasi terhadap semua bidang-bidang. Kalau memang tidak maksimal, kita akan pertimbangkan dan menyampaikan kepada bupati bahwa ini tidak dapat dijadikan kepala bidang," tuturnya.(*)

Laporan Kontributor Tribun Jeneponto, Rakib

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved