Tribun Kampus
UNM Dapat Rp2,5 Miliar dari Mendikbud untuk Program Matching Find Kedaireka
Pada Matching Fund Kedaireka, Universitas Negeri Makassar mendapatkan anggaran sekitar 2,5 miliar.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Universitas Negeri Makassar (UNM) turut berpartisipasi dalam program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Ristekdikti) 'matching fund kedaireka'.
Pada Matching Fund Kedaireka, Universitas Negeri Makassar mendapatkan anggaran sekitar 2,5 miliar.
Program ini sebagai wadah bertemunya perguruan tinggi dengan dunia usaha dan dunia industri.
Kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan beragam inovasi
Universitas Negeri Makassar telah melepas tim kedaireka ke Kabupaten Gowa, Jumat (10/9/21) tadi.
Tim Kedaireka UNM yang dilepas mengangkat topik Model Pusat Integrasi Business Research Learning melalui Industri Kelapa Terpadu.
Ketua Tim, Dr. Hj Andi Aslinda, M.Si., mengatakan, program ini merupakan hibah Kemendikbud melibatkan industri dan perguruan tinggi.
“Kita kerjasama dengan perusahaan dan universitas lain,” kata Andi Aslinda.
Andi Aslinda bilang, selain kerjasama dengan perguruan tinggi dan industri, pihaknya juga melibatkan sejumlah mahasiswa.
"Untuk mendukung kegiatan MBKM, kami juga melibatkan sekitar 40 mahasiswa. Bukan hanya dari UNM tapi juga dari dari ITBM Balik Diwa,” tambah Andi Aslinda.
Selain industry kelapa terpadu, program Matching Fund Kedaireka UNM juga akan melakukan kegiatan lainnya.
“Ada pembiakan ikan nila dan kegiatan lainnya juga kami lakukan, sehingga mahasiswa yang terlibat dari beberapa program studi," jelasnya.
Nantinya, mereka akan didamping sekitar 10 dosen dari UNM dan ITBM Balik Diwa.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Negeri Makassar, Prof. Dr. Hasnawi Haris, M.Hum mengatakan, Matching Fund Kedaireka bukan hanya implementasi keilmuan tetapi juga menjadi implementasi kebijakan Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka.
“Ada dosen yang terlibat, ada mahasiswa dari lintas prodi dan perguruan tinggi, ada industry, tentu ini kolaborasi yang paripurna, “ kata Prof Hasnawi yang mantan Dekan FIS-H UNM.