Tribun Ekonomi
Triwulan II Tahun 2021, PT Vale Cetak Penjualan Rp 3,01 Triliun
Volume penjualan PT Vale sekitar 7 persen lebih tinggi pada 2T21 dibandingkan triwulan pertama tahun 2021 (1T21).
Penulis: Sukmawati Ibrahim | Editor: Suryana Anas
Namun, laba pada 1H21 sebesar AS$58,8 juta lebih tinggi dari periode sama tahun lalu ketika Grup mencatat laba sebesar AS$53,1 juta pada 1H20.
"Beban pokok pendapatan Grup pada 2T21 meningkat 13 persen menjadi AS$174,3 juta dari AS$154,8 juta pada 1T21," sebutnya.
Dibandingkan dengan 1T21, konsumsi HSFO per metrik ton nikel matte meningkat 22 persen.
Sementara konsumsi batubara turun 12 persen mengimbangi HSFO yang lebih tinggi pada 2T21.
"Selama triwulan ini baik harga HSFO, diesel dan batubara mengalami peningkatan masing-masing sebesar 17 persen, 17 persen dan 10 persen," katanya.
Turut disampaikan, kas dan setara kas Grup pada 30 Juni 2021 sebesar AS$426,5 juta, naik dari AS$386,2 juta pada posisi 31 Maret 2021.
PT Vale akan senantiasa berhati-hati mengontrol pengeluaran untuk menjaga ketersediaan kas.
Di samping itu, PT Vale mengeluarkan sekitar AS$33,3 juta untuk belanja modal pada 2T21, mengalami penurunan dari yang dikeluarkan pada 1T21 sebesar AS$38,5 juta.
"Perseroan akan tetap fokus pada berbagai inisiatif produktifitas dan penghematan biaya untuk mempertahankan daya saing Perseroan dalam jangka panjang tanpa mengkompromikan nilai utama Perseroan," jelasnya.
"Pasalnya, keselamatan jiwa merupakan hal terpenting, menghargai kelestarian bumi dan komunitas kita," lanjutnya.
Ia menambahkan, perseroan mengimbau pembaca untuk melihat ikhtisar pencapaian Grup.
"Pencapaian operasional serta hasil keuangan yang belum diaudit telah dirangkum pada halaman-halaman selanjutnya," pungkasnya. (*)
Laporan Wartawan Tribun Timur @umhaconcit
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ilustrasi-aktivitas-di-pt-vale-892021.jpg)