Tribun Ekonomi
Triwulan II Tahun 2021, PT Vale Cetak Penjualan Rp 3,01 Triliun
Volume penjualan PT Vale sekitar 7 persen lebih tinggi pada 2T21 dibandingkan triwulan pertama tahun 2021 (1T21).
Penulis: Sukmawati Ibrahim | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - PT Vale Indonesia Tbk dan anak grup gelar paparan publik tahunan 2021, Rabu (8/9/2021).
Kegiatan ini sebagai bentuk tranparansi dan akuntabilitas kepada publik, terutama pemegang saham.
Sama seperti tahun sebelumnya, paparan publik tersebut dilakukan secara daring dengan berpartisipasi pada rangkaian Public Expose LIVE 2021 oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI).
PT Vale menegaskan, pencapaian kinerja keuangan triwulan kedua tahun 2021 (2T21) yang telah dipublikasikan sebelumnya.
Dengan angka produksi lebih rendah dibandingkan periode sama pada tahun 2020.
Grup mengirimkan 15.845 metrik ton nikel matte dan mencatat penjualan sebesar AS$208,4 juta atau 3,01 triliun untuk 2T21.
CEO dan Presiden Direktur PT Vale Febriany Eddy mengatakan, volume penjualan sekitar 7 persen lebih tinggi pada 2T21 dibandingkan triwulan pertama tahun 2021 (1T21).
Capain ini mengimbangi harga realisasi rata-rata yang lebih rendah pada 2T21.
“Volume penjualan sekitar 7 persen lebih tinggi di 2Q21 dibandingkan 1Q21, mengimbangi harga realisasi rata-rata yang lebih rendah di kuartal tersebut” kata Febriany Eddy dalam keterangan resminya, Rabu (8/9/2021).
Menurutnya, pihaknya telah menyelesaikan kegiatan pemeliharaan kritikal pada triwulan ini yang memungkinkan PT Vale mengoptimalkan proses produksi sampai akhir tahun.
"Saya menghargai kerja keras karyawan dan kontraktor kami untuk terus memberikan hasil yang positif sambil mengelola resiko penyebaran Covid-19 secara efektif dalam kegiatan operasi kami," ujarnya.
Untuk itu, perseroan mengapresiasi kerja keras seluruh karyawan untuk terus mempertahankan hasil yang baik di kuartal ini.
Di samping itu, Grup mencatat EBITDA sebesar AS$72,3 juta pada 2T21 lebih rendah dari tercatat pada 1T21 sebesar AS$88,9 juta.
Menurutnya, ini disebabkan biaya y
lebih tinggi dan harga realisasi rata- rata nikel lebih rendah.
Grup juga mencatat laba positif sebesar AS$25,1 jutapada 2T21, turun dari laba sebesar AS$33,7 juta pada 1T21 sejalan dengan penurunan EBITDA.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ilustrasi-aktivitas-di-pt-vale-892021.jpg)