Penanganan Covid
Daerah Sulsel Kini Dominasi Zona Kuning, Tak Ada Zona Merah
Peta resiko kenaikan kasus Covid-19 di Sulawesi Selatan mengalami perubahan. Sulsel sudah didominasi zona kuning atau zona rendah dengan 14 daerah.
Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Peta resiko kenaikan kasus Covid-19 di Sulawesi Selatan mengalami perubahan.
Dilansir laman covid19.go.id, Rabu (8/9/2021) pukul 10.30 Wita, peta risiko Covid-19 di Sulsel sudah didominasi zona kuning atau zona rendah dengan 14 daerah.
Diikuti 10 daerah masuk zona oranye atau zona sedang.
Zona Oranye menyisakan Makassar, Bulukumba, Parepare, Soppeng, Wajo, Enrekang, Tana Toraja, Palopo, Luwu Utara dan Luwu Timur.
Sementara daerah yang masuk zona kuning yakni Gowa, Maros, Pangkep, Barru, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Selayar, Sinjai, Bone, Sidrap, Pinrang, Luwu dan Toraja Utara.
Bandingkan pada Rabu (1/9/2021) pukul 19.50 Wita, peta risiko Covid-19 di Sulsel masih didominasi zona oranye atau sedang dengan 15 daerah.
Diikuti delapan daerah masuk zona kuning atau zona rendah
Dan hanya satu daerah yang masuk zona merah atau tinggi.
Satu-satunya Zona Merah terjadi di Soppeng.
Sementara Zona Oranye di Makassar, Sinjai, Soppeng, Maros, Bantaeng, Luwu Parepare, Pinrang, Tana Toraja, Palopo, Luwu Timur, Bone dan Bulukumba.
Semantara daerah yang masuk zona kuning yakni Gowa, Pangkep, Barru, Takalar, Jeneponto, Sidrap, Kepulauan Selayar dan Toraja Utara.
Sementara itu, kasus aktif Covid-19 di Sulsel di angka 3.567 pasien.
Angka tersebut turun dari sehari sebelumnya di angka 3.623 pasien.
Berdasarkan frekuensi daerah terkait jumlah komulatif kasus aktif Covid-19 yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.
Kasus aktif Covid-19 antara 0-1.000 kasus masuk zona hijau, 1.001-5.000 kasus masuk zona kuning, 5.001-15 ribu masuk zona oranye, dan di atas 15.001 masuk zona merah.
Artinya saat ini, Sulsel masih Zona Kuning. (*)