Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Maros

40 Penggiat Wisata Ikut Pelatihan Pengembangan Desa Wisata

Pengelola desa wisata nantinya dituntut memiliki penguasaan terhadap bahasa serta pengetahuan yang luas berkaitan dengan kepariwisataan.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/NURUL
Suasana Pelatihan Pengembangan Desa Wisata di Hotel Grand Town Maros, Senin (6/9/2021). 

Pemberlakuan berbagai pembatasan perjalanan dan pembatasan event untuk mencegah penyebaran dan penularan covid-19, menjadi salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan kunjungan wisatawan secara drastis. 

“Oleh karena itu kita harus segera berbenah dan beradaptasi dengan menyelenggarakan pariwisata yang sesuai dengan kondisi saat ini dan tentukan memberikan kepastian keamanan dan kesehatan kepada wisatawan," katanya.

"Berbagai upaya percepatan pengembangan pariwisata yang berbasis masyarakat dan mengembangkan potensi lokal, salah satunya adalah pengembangan desa wisata,” lanjutnya.

Ia menambahkan, dalam rangka percepatan pengembangan desa wisata dan recovery ekonomi, Pemerintah Kabupaten Maros telah menetapkan 25 desa wisata yang tersebar di 14 kecamatan.

Dengan telah ditetapkannya 25 desa wisata dan diadakannya pelatihan ini diharapkan bisa meningkatkan inovasi, adaptasi dan kolaborasi.

Kabupaten Maros adalah salah satu Kabupaten yang mempunyai desa wisata yang terbanyak di Sulsel.

Bahkan satu desa wisata, yakni Rammang-rammang masuk 100 besar terbaik se-Indonesia versi Anugrah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 yang di selenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved