Breaking News:

Tribun Jeneponto

Program Vaksinasi Pelajar di SMKN 1 Jeneponto Masih Terkendala Izin Orangtua

Sejumlah pelajar di SMKN 1 Jeneponto, Sulawesi Selatan masih enggan mengikuti vaksinasi Covid-19.

Penulis: Muh Rakib | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/MUH RAKIB
Gerbang sekolah SMKN 1 Jeneponto 

TRIBUN-TIMUR.COM, JENEPONTO - Sejumlah pelajar di SMKN 1 Jeneponto, Sulawesi Selatan masih enggan mengikuti vaksinasi Covid-19.

Salah seorang siswa SMKN 1, AS mengaku tidak mau menjalani vaksinasi covid-19 karena trauma.

Ia trauma karena pernah melihat kakaknya yang sudah divaksin jatuh sakit.

"Saya trauma karena tidak ingin mengalami hal yang sama seperti kakakku setelah menjalani vaksinasi Covid-19," ujarnya, Sabtu (4/9/2021).

Kata dia, saat itu kakaknya tidak bisa bangun selama dua hari usai menerima vaksin covid-19.

Menurutnya, kakaknya terpaksa menjalani vaksinasi karena membutuhkan bukti vaksinasi sebagai syarat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.

"Dari situ, saya tidak percaya dan takut untuk divaksin," katanya.

Dari peristiwa itulah sehingga ia bahkan orangtua sendiri yang melarangnya untuk mengikuti vaksinasi covid-19.

Meski merupakan persyaratan untuk masuk sekolah, maka dia akan memilih sekolah lain bahkan berhenti sekolah.

"Iya kak, orang tua lebih memilih saya keluar dari sekolah dari pada harus vaksin," ungkap Agus Salim.

Sementara itu Plt Kepala SMKN 1 Jeneponto, Ibrahim menyampaikan bahwa masih banyak siswa yang menolak untuk menjalani vaksinasi.

"Tentu kami terulang pada persetujuan orangtua siswi. Tentu kami acuanya adalah Surat Edaran (SE) dari menteri dan lainnya, tentu kita tetap ikutkan. Kami sama sekali tidak berhak untuk memberikan tekatan. Tidak ada paksaan," ungkap.

Sekadar informasi, kebut vaksinasiini guna mencapai target 70 persen warga Jeneponto untuk menjalani vaksinasi dan juga akan memulainya pembelajaran tatap muka.

Laporan Kontributor Tribun Jeneponto, Rakib

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved