Breaking News:

Tribun Selayar

Sakit di Bagian Kepala, Pelajar Korban Penganiayaan di Selayar Dilarikan ke RS Wahidin Makassar

SA (17 tahun), pelajar SMA Pasimasunggu Timur Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), kini dilarikan ke RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo

Penulis: Firki Arisandi | Editor: Sudirman
ashari
SA (17 tahun), pelajar SMA Pasimasunggu Timur Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), kini dilarikan ke RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo, Makassar. 

TRIBUNSELAYAR.COM, PASIMASUNGGU - SA (17 tahun), pelajar SMA Pasimasunggu Timur Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), kini dilarikan ke RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo, Makassar.

SA menjadi korban penganiayaan Sabtu (21/8/2021) lalu.

Pasca penganiayaan, SA tak hanya mengalami sejumlah luka, ia juga mengalami trauma. 

Pihak keluarga terpaksa melarikan SA ke Rumah Sakit di Makassar karena terus mengeluhkan sakit di bagian kepalanya. 

Salah satu keluarga korban, Ashari mengatakan, saat ini SA berada di Makassar menjalani pemeriksaan di RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo

"Iya, sekarang adik kami berada di Makassar untuk menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Kemarin dia beberapa kali mengeluhkan sakit di bagian kepala setelah kejadian itu," jelasnya.

Sekadar diketahuu, SA mendapat beberapa luka fisik setelah dianiaya. 

Ia bahkan sempat menjalani perawatan di puskesmas terdekat beberapa saat setelah kejadian. 

Berdasarkan kronologis kejadian yang dijelaskan oleh korban, pelaku penganiayaan dipastikan lebih dari satu orang. 

"Saya tidak tau apa-apa tiba-tiba dihadang oleh beberapa orang dan dikeroyok. Saya pastikan pelakunya lebih dari satu orang. Selain MA (tersangka), ada orang lain yang juga ikut memukul saya dari belakang, tapi saya tidak bisa lihat orangnya siapa-siapa karna  setelah itu saya sudah terjatuh," jelasnya. 

Sebelumnya, kasus penganiayaan yang menarik perhatian masyarakat ini bermula ketika korban pulang dari sekolahnya dengan mengendarai sepeda motor. 

Ia menuju rumahnya di Kampung Parang, Desa Bontomalling, sekitar 4 kilometer dari sekolah. 

Di perjalanan, korban yang telah dibuntuti para pelaku langsung diadang dan dianiaya saat tiba di tempat sepi. (TribunSelayar.com)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Firki Arisandi

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved