Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kesehatan

Kok Bisa Ada Perokok Tetap Sehat Meski Setiap Hari Ngisap Rokok? Ini Penjelasan Ilmuwan

Namun pada kenyataannya, banyak perokok yang tetap merokok sampai tua. Walau begitu, mereka terlihat tetap sehat-sehat saja.

Editor: Muh. Irham
TOYOTA.ASTRA.CO.ID
Ilustrasi merokok 

TRIBUN-TIMUR.COM - Sudah sejak lama pemerintah gencar mengkampanyekan bahaya merokok bagi kesehatan, khususnya bagi kesehatan paru-paru

Kampanye itu tidak hanya ditujukan kepada perokok aktif, tapi juga perokok pasisf yang konon kabarnya lebih rentan terkena penyakit mematikan akibat terpapar asap rokok ketimbang perokok aktif.

Namun pada kenyataannya, banyak perokok yang tetap merokok sampai tua. Walau begitu, mereka terlihat tetap sehat-sehat saja.

Justeru ada orang yang tidak merokok, tapi justeru sakit-sakitan.

Tim ilmuwan dari Inggris berhasil mengungkap adanya faktor lain yang berpengaruh, yakni faktor genetik

Selain itu, ada perbedaan genetik yang berpengaruh pada seseorang apakah akan kecanduan rokok atau tidak.

Pemahaman terhadap varian gen ini diketahui akan membantu dokter melakukan pengobatan pada penyakit paru, seperti penyakit paru obstruksi kronik (PPOK), serta membantu kesuksesan upaya berhenti merokok.

Tim peneliti yang dipimpin oleh Prof Ian Hall dari Universitas Nottingham menemukan profil DNA tertentu yang menurunkan risiko PPOK, termasuk bronkitis dan emfisema.

Gen ini berpengaruh pada cara paru-paru berkembang dan merespons cedera. 

Di lain pihak, ada juga DNA tertentu yang justru meningkatkan risiko PPOK sehingga ini bisa menjelaskan mengapa ada orang yang terkena penyakit ini walau tidak pernah merokok sama sekali.

Meski begitu, hasil penelitian ini tidak lantas menjadi "lampu hijau" bagi Anda untuk melanjutkan kebiasaan merokok.

"Merokok adalah faktor risiko terbesar untuk penyakit PPOK. Kebanyakan, tetapi tidak semua, perokok menderita penyakit ini. Faktor genetik berperan, seperti halnya dalam kecanduan rokok atau tidak," katanya.

Hall dan rekannya juga berhasil mengenali lima bagian dari DNA yang terkait dengan perokok berat. Bagian itu memengaruhi fungsi otak dalam merespons nikotin.

Penelitian tersebut dilakukan dengan menganalisis data genetik dari profil medis 500.000 orang yang didaftarkan antara tahun 2006-2010 saat mereka berusia 40-69 tahun.

Jenis Kandungan yang Berbahaya pada Rokok
Bahaya merokok ditimbulkan dari berbagai kandungan yang terdapat di dalam sebatang rokok. Diperkirakan ada lebih dari 7.000 bahan kimia yang terdapat di dalamnya dan sekitar 70 di antaranya bisa menyebabkan kanker.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved