KADIN Usung Pemberdayaan UMKM di Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Indonesia-UAE

Peluncuran kemitraan tersebut, juga dibarengi penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Hotel Pullman, Bogor, Jawa Barat, Kamis (2/9/2021).

TRIBUN-TIMUR.COM/FADHLY
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Arsjad Rasjid (kiri) bersama Ketua Kadin Sulsel, Andi Irwan Darmawan Aras (AIA) usai buka puasa bareng Pengurus Kadin Sulawesi Selatan (Sulsel) di Hotel Claro Jl AP Pettarani Makassar, Sabtu (24/4/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) meluncurkan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) atau Perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara kedua negara.

Peluncuran kemitraan tersebut, juga dibarengi penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Hotel Pullman, Bogor, Jawa Barat, Kamis (2/9/2021).

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Arsjad Rasjid dalam diskusi panel, digelar disela acara memaparkan kedua negara punya banyak potensi untuk kerjasama.

Ia menyebutkan di bidang industri kesehatan, masih tersedia potensi yang sangat besar.

“Untuk diketahui, di ASEAN belanja kesehatan kita hanya dua persen dari GDP, ada potensi pertumbuhan besar di industri kesehatan kamit. Hal itu bisa kita kerjakan bersama, apalagi mengingat tantangan yang ada saat ini,” ujarnya via rilis, Kamis (2/9/2021) malam.

Selain itu, sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) juga bisa diperkuat, dan ikut ambil manfaat dalam kesepakatan kerjasama ekonomi antara Indonesia dengan UEA.

Arsjad Rasjid menjelaskan, bahwa di Indonesia, sektor UMKM berkontribusi sekitar 60 persen perekonomian Indonesia. Hal yang sama juga bisa dilakukan terhadap UMKM di UEA.

"Indonesia baru saja meluncurkan udang-undang Omnibus Law, yang pada dasarnya membuat pelaku usaha lebih mudah dilegalisasi. Kita juga bisa bekerjasama di sektor UMKM," ujarnya.

Dalam sesi wawancara usai acara, Arsjad Rasjid mengatakan bahwa kesepakatan hari ini, bisa tercipta antara lain berkat hubungan baik antara Presiden RI Joko Widodo, dengan Putra Mahkota UAE Sheikh Mohammed Bin Zayed.

Hubungan baik itu juga berlanjut dalam bentuk investasi UAE ke Indonesia, sebesar 10 miliar dollar AS.

"UAE juga masuk ke green economy, mereka masuk ke solar panel terapung di Cirata. Dengan demikian ada pembahasan antara kedua pemerintah, untuk lahirnya CEPA ini, makanya hari ini ada perjanjian," tutur Arsjad Rasjid.

Kata dia, penting untuk organisasi kamar dagang yang mewakili para pengusaha dari kedua negara untuk ikut ambil bagian.

Pasalnya yang memahami bisnis adalah para pengusaha, yang bisa memberi masukan agar kerjasama ekonomi kedua negara bisa berlangsung efektif dan menguntungkan semua pihak.

Namun tetap, pemerintah dari kedua negara yang menandatangani perjanjian resmi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved