Tribun Luwu Utara
Indah Putri Indriani Calon Tunggal Usai Dapat Diskresi, Musda Golkar Luwu Utara Digelar Minggu
Perebutan kursi Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Luwu Utara hampir pasti dimenangkan oleh Indah Putri Indriani (IDP).
Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Sudirman
Diskresi diteken Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlannga Hartarto.
"Untuk Musda Golkar Luwu Utara, diskresi dari DPP sudah keluar untuk ibu Indah Putri Indriani," ujar Baliah ketika dikonfirmasi, Rabu (1/9/2021).
Salah satu pertimbangan mendasar DPP memberikan diskresi kepada Indah, kata dia, karena merupakan calon usungan Partai Golkar di Pilkada 2020.
"Hanya untuk satu nama (Indah) dan diskresi itu sepenuhnya adalah kewenangan ketua umum," kata Baliah.
Sebelum ada jadwal musda, perebutan kursi ketua Partai Golkar Luwu Utara antara Indah dan Arjuna berlangsung menarik.
Pemecetan sejumlah ketua kecamatan mewarnai proses musda dan berbagai dinamika lainnya.
Sebagaimana diketahui, baik Indah maupun Arjuna sama-sama harus mengantongi diskresi dari DPP.
Sebab keduanya belum genap lima tahun berstatus kader partai.
Salah satu aturan internal Partai Golkar menyebutkan setiap kader yang ingin menjadi ketua baik ditingkat DPD I ataupun DPD II minimal telah berstatus kader partai 5 tahun.
Khusus Arjuna, kendati orang lama, dirinya pada 2019 meninggalkan Partai Golkar dan bergabung dengan PAN.
Bahkan ia mendapat jabatan majelis penasehat partai dan mendaftarkan dirinya untuk caleg DPR RI di PAN.
Adapun Indah juga belum genap lima tahun berstatus kader Partai Golkar.
2019 lalu bupati perempuan pertama di Sulsel ini masih berstatus kader Partai Gerindra.
Ia bahkan menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Luwu Utara.
Beberapa hari lalu Indah dikabarkan sudah mengantongin diskresi.
Sehinggu musda langsung dijadwalkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/bupati-luwu-utara-indah-putri-indriani-192021.jpg)