Breaking News:

Tribun Luwu

Melintas di Jembatan Penghubung Luwu dan Luwu Utara di Desa Salujambu Wajib Bayar

Jembatan ini dibangun warga sejak beberapa tahun lalu dengan menggunakan dana pribadi.

Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/CHALIK
Penampakan jembatan berbayar di Desa Salujambu, Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Rabu (1/9/2021). 

TRIBUNLUWU.COM, LAMASI - Jembatan kayu dibangun seorang warga di Desa Salujambu, Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Jembatan ini merupakan satu-satunya akses penghubung antara Desa Salujambu dengan Desa Lawewe, Kecamatan Baebunta Selatan, Kabupaten Luwu Utara.

Jembatan ini dibangun warga sejak beberapa tahun lalu dengan menggunakan dana pribadi.

Setiap orang yang melintas di jembatan dikenakan tarif.

Bagi pejalan kaki, akan dikenakan tarif Rp 2.000 ribu sekali melintas.

"Kalau jalan kaki bolak balik kita akan bayar Rp 4.000," kata warga Desa Lewewe, Sadikin Amir, Kamis (2/9/2021).

Sementara itu, pengendara motor dikenakan tarif Rp 5.000 untuk sekali penyeberangan.

"Kalau kita berboncengan tambah lagi Rp 2.000, kalau bonceng tiga kita bayar Rp 9.000," jelasnya.

Tarif lumayan tinggi dipatok bagi kendaraan roda empat.

Pengguna mobil yang ingin melintas wajib membayar Rp 150 ribu.

"Kalau mobil mahal, Rp 150 ribu, kalau PP jadi Rp 300 ribu," bebernya.

Namun, kata dia, tidak banyak kendaraan roda empat melintas.

"Kalau mobil biasanya memilih memutar ke Sabbang, kecuali kepepet dan ada urusan penting," tuturnya.

Sadikin berharap pemerintan dapat segera membangun jembatan.

Minimal jembatan gantung yang dapat dilalui motor.

"Supaya kalau kami mau melintas tidak bayar-bayar lagi," paparnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved