Breaking News:

Tribun Bulukumba

Kadinsos Bulukumba Ngaku Tak Tahu Soal Dugaan Korupsi BPNT, 'Uangnya pun Tak Pernah Kita Lihat'

Uang itu tidak pernah singgah di kabupaten, melainkan langsung ke rekening penerima manfaat.

Penulis: Firki Arisandi | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/FIRKI
Kadinsos Bulukumba, Syarifuddin 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel) menyebut adanya dugaan korupsi penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), di beberapa daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Ada empat kabupaten di Sulsel, yang penyaluran BPNT-nya diduga terindikasi korupsi.

Yakni di Kabupaten Takalar, Bantaeng, Bulukumba, dan Kabupaten Sinjai.

Nilai anggaran BPNT dari empat kabupaten tersebut sebesar Rp 30 miliar. 

Kepala Dinas Sosial Bulukumba, Syarifuddin, Kamis (2/9/2021) yang dikonfirmasi angkat bicara.

Ia mengaku tak tahu menahu terkait dengan dugaan korupsi itu.

Pasalnya, uang itu tidak pernah singgah di kabupaten, melainkan langsung ke rekening penerima manfaat.

Jumlah uang yang diterima oleh para penerima manfaat yakni sebesar Rp 200 ribu.

Uang itu kemudian dibelanjakan ke e-Warung yang ditunjuk oleh pihak ketiga, dalam hal ini Bank Mandiri.

"Saya tidak pernah tahu prosesnya, uangnya pun tidak pernah kita lihat, bahkan e-Warung saja tidak dia kenal kalau saya kepala dinas," jelasnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved