Breaking News:

Virus Corona

Kenali Gejala Orang yang Terinfeksi Virus Corona Varian Delta

Kebanyakan pasien yang terinfeksi virus corona saat ini merupakan varian delta yang pertamakali terdeteksi di India.

Editor: Muh. Irham
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi Virus Corona Varian Delta. Virus ini Dianggap Sangat Mematikan 

TRIBUN-TIMUR.COM - Penyebaran virus corona di Indonesia belum berakhir. Bahkan, data yang diunggah Kementerian Kesehatan, Selasa (31/8/2021), terjadi peningkatan kasus baru dua kali lipat dari hari sebelumnya.

Kebanyakan pasien yang terinfeksi virus corona saat ini merupakan varian delta yang pertamakali terdeteksi di India.

Varian ini disebut lebih menular dibanding varian sebelumnya.

Melansir The Hill, petugas Kesehatan Negara Bagian Louisiana Joe Kanter mengatakan varian Delta Covid-19 masih memiliki gejala biasa seperti batuk, demam, dan sesak napas.

Namun, Kanter melihat banyak pasien datang dengan gejala yang tampak seperti penyakit biasa, seperti hidung tersumbat, pilek, dan sakit tenggorokan.

"Gejala-gejala ini bisa menjadi tanda bahwa pasien memiliki varian Delta," katanya kepada Audacy.

“Anda dapat mengalami gejala yang relatif ringan sehingga Anda dapat dengan mudah bingung. Jika Anda memiliki gejala apa pun, tidak peduli seberapa ringan, bahkan jika itu sakit tenggorokan, bahkan jika itu pilek, bahkan jika itu adalah sinus tersumbat, periksakan diri Anda dan batasi kontak Anda dengan orang lain sampai Anda memeriksakannya,” papar Kanter.

Seperti yang dilaporkan Changing America sebelumnya, menurut para peneliti di ZOE COVID Symptom Study, bersin berlebihan juga merupakan gejala memiliki varian delta.

"Data kami menunjukkan bahwa orang yang telah divaksinasi dan kemudian dites positif Covid-19 lebih mungkin melaporkan bersin sebagai gejala dibandingkan dengan mereka yang tidak disuntik," tulis para peneliti.

Changing America juga mencatat bahwa vaksin Pfizer dan Moderna sekitar 95 persen efektif melawan gejala Covid-19. Sedangkan Johnson & Johnson sekitar 66%.

Selain itu, seorang ahli mengatakan kepada CNN bahwa masker kain mungkin tidak seefektif masker KN95 atau masker N95 dalam bertahan melawan varian delta.(*)

 
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved