Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Luwu Timur

Agus Superiadi Mundur dari Jabatan Direktur Perseroan PT Vale

Jajaran direksi PT Vale Indonesia Tbk menerima pengunduran diri Agus Superiadi dari jabatannya sebagai Direktur Perseroan.

Tayang:
Penulis: Sukmawati Ibrahim | Editor: Sudirman
ZOOM.COM/VALE
Press conference hasil RUPSLB PT Vale melalui aplikasi Zoom, Selasa (31/8/2021) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Jajaran direksi PT Vale Indonesia Tbk menerima pengunduran diri Agus Superiadi dari jabatannya sebagai Direktur Perseroan.

Hal ini diumumkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) secara virtual pada hari ini, Selasa (31/8/2021). 

RUPSLB melalui aplikasi eASY.KSEI yang disediakan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) tanpa kehadiran fisik pemegang saham atau kuasanya.

Hal ini berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Demikian disampaikan Chief Financial Officer PT Vale, Bernardus Irmanto saat menggelar press conference melalui aplikasi Zoom, Selasa (31/8/2021).

Ia juga membeberkan, pada RUPSLB tersebut, pemegang saham juga memberikan pembebasan dan pelunasan dari segala tindakan hukum yang dilakukan selama menjabat.

"Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Agus Superiadi atas kontribusi yang berharga dan dedikasi beliau terhadap Perseroan," bebernya.

Selanjutnya, Perseroan akan memenuhi persyaratan peraturan yang berlaku sehubungan dengan perubahan susunan direksi.

Berdasarkan hal tersebut, maka susunan Direksi Perseroan adalah, Presiden Direktur Febriany Eddy, Wakil Presiden Direktur  Adriansyah Chaniago, Direktur Bernardus Irmanto, Dani Widjaja dan Vinicius Mendes Ferreira.

Komitmen Keberlanjutan PT Vale

Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur Febriany Eddy membeberkan mengenai komitmen danau Matano dan konservasi lingkungan di PT Vale.

Menurut dia, masyarakat Sorowako dan Luwu Timur bisa melihat sendiri komitmen sustainable PT Vale.

"Danau Matano ini adalah aset yang luar biasa karena terdapat endemik sehingga spesies khususnya hanya ada di danau Matano. Jadi kualitas air danau Matano harus kita jaga betul-betul," katanya.

Ia juga menyampaikan, PT Vale terus mengembangkan standarnya dan tidak pernah diturunkan.

"Memang kendala terbesar kami sebenarnya adalah akibat air aliran dari perambahan hutan, karena ini di luar area lingkup PT Vale. Jadi kita berkoordiasi terus menerus dengan pemerintah supaya bisa meminimalisir dampak tersebut," jelasnya.

Ia memastikan, PT Vale akan menjaga betul-betul danau Matano. 

Bahkan, lanjut dia, sudah terbukti PT Vale  beroperasi 52 tahun dan studi terakhir menunjukkan kualitas air tidak berubah padahal area tambangnya sangat dekat dengan danau.

"Kalau dari sisi komitmen lingkungan lainnya, PT Vale ada komitmen reboisasi di luar area 15.000 ha.  Kemudian kita komitmen Biodaversity, ada beberapa program yang sedang jalan mungkin kalau sudah siap akan kita paparkan kepada publik lebih lanjut lagi," bebernya.

Di samping itu, komitmen lingkungan tertinggi PT Vale yang terbesar adalah emisi karbon. 

"Jadi Vale sudah announce bahwa kita akan ikuti Paris Agreement. Karbonisasi 2030 harus turun emisi karbon 1/3 menuju karbon netral 2050. Untuk yang karbon 2030 reduksi 1/3 karbon emisi ini sudah ada projectnya, kita sedang studi," paparnya.

Hingga kini, tanur pengering dan tanur reduksi PT Vale masih menggunakan minyak dan batu bara walaupun sudah 100 persen PLTA. 

"Jadi target kita fokus di tanur pengering dan tanur reduksi saat ini masih minyak dan batu bara. Kemungkinan besar kita mengarah ke gas. Karena gas ini emisi karbonnya setengah dari pada batu bara dan minyak," ungkapnya.

Dengan pelaksanaan konversi ke gas, Febry menyampaikan bahwa hal ini saja bisa menurunkan emisi karbon 28 persen. Dimana, ini salah satu project kunci yang akan membantu PT Vale mencapai target reduksi 33 persen di tahun 2030.

"Kalau studi detail desain engineringnya sudah siap pasti kita bikin announcement. Mohon doanya karena gas tidak gampang dan belum lazim untuk nickel smelter di Indonesia. Tapi, kami berkomitmen menjadi percontohan dari sisi emisi karbon untuk nikel industri di Indonesia," pungkasnya. (*)

Laporan Wartawan Tribun Timur @umhaconcit

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved