Tribun Edukasi
Bagaimana Proses Pembuatan Benang Sutra?
Tahukah kamu jika kain sutra itu berasal dari ulat sutra? Berikut proses pengolahan ulat sutra hingga menjadi benang sutra
Tubuh mereka terus membesar, membuat kulit mereka mengelupas dan digantikan kulit yang baru.
Proses ganti kulit ini bisa terjadi hingga empat kali hingga larva tumbuh menjadi ular sutera seukuran kurang lebih 8 cm.
Setelah cukup makan, ulat kemudian akan membentuk kepompong atau pupa dengan cara memutar tubuhnya.
Dilansir dari Biology Discussion, kepompong sutra terbuat dari lilitan benang yang tidak terputus sepanjang 300 meter dan dililitkan dengan gerakan kepala yang konstan dari satu sisi ke sisi lain sekitar 65 kali per menit.
Kepompong
Kepompong sutra kemudian terbentuk sebagai kapsul berwarna putih.
Kepompong sutra kemudian dipanen sebelum ulat sutera berubah menjadi ngengat dan memecah kepompongnya.
Panen dilakukan kurang lebih sekitar satu minggu sejam kepompong dibuat.
Pembuatan benang Kepompong sutra kemudan direndam dan direbus dengan air panas.
Setelah direbus, kepompong akan dicari ujung seratnya dan mulai diurai.
Setelah diurai, serat tersebut kemudian akan dipintal dengan cara dipelintil menjadi satu helai benang sutera.
Benang kemudian digulung layaknya benang biasa dan juga ditenun menjadi kain sutra yang indah.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Proses Ulat Sutera Menjadi Benang", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/skola/read/2021/08/24/113429569/proses-ulat-sutera-menjadi-benang?page=all#page2
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ulat-sutra-di-kampung-sabbe-di-desa-pising-soppeng-3082021.jpg)