Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Edukasi

Bagaimana Proses Pembuatan Benang Sutra?

Tahukah kamu jika kain sutra itu berasal dari ulat sutra? Berikut proses pengolahan ulat sutra hingga menjadi benang sutra

Editor: Suryana Anas
DOK TRIBUN-TIMUR.COM/SUDIRMAN
Ulat sutra di Kampung Sabbe di Desa Pising, Kecamatan Donri-Donri, Kabupaten Soppeng, Sulsel. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sulawesi Selatan merupakan salah satu daerah penghasil kain sutra.

Salah satu yang paling terkenal adalah kain sutra Sengkang

Kain jenis ini biasa digunakan di acara-acara adat seperti pernikahaan ataupun acara-acara besar di Sulsel.

Tahukah kamu jika kain sutra itu berasal dari ulat sutra?

Berikut adalah proses pengolahan ulat sutra hingga menjadi benang sutra, yaitu:

Telur

Tahap pertama dari pembuatan benang sutra adalah bertelurnya ngengat sutra (Bombyx mori) yang berwarna putih dan berpola coklat.

Dilansir dari Sciencing, ngengat sutra tidak makan atau minum pada akhir siklus hidupnya melainkan akan kawin, bertelur, dan mati.

Ngengat betina akan bertelur dalam jumlah besar, yaitu sekitar 200 hingga 400 butir telur.

Ngengat betina akan menaruh dan merekatkan telurnya di atas daun murbey.

Telur ngengat kemudian diinkubasi hingga 12 hari hingga menetas.

Larva

Larva yang baru menetas kemudian dipindahkan dengan hati-hari dari ruang inkubasi ke ruang pemeliharaan.

Pada saat larva ulat sutera hanya berukuran 4 mili meter, namun mereka akan terus diberi makan daun murbei.

Ulat sutra sangatlah rakus, mereka makan dalam jumlah besar sehingga tubuhnyapun mulai membesar.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved