Breaking News:

Kabupaten Pangkep

Refleksi 6 Bulan Bupati dan Wakil Bupati Pangkep

'Ujian ini harus mampu kita lewati bersama untuk melanjutkan prioritas pembangunan Pangkep tahun anggaran berikutnya," kata M Yusran Lalogau

Editor: Abdul Azis Alimuddin
Tribun Timur
Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau (tengah) bersama wakilnya Syahban Sammana. 

TRIBUN-TIMUR.COM, PANGKEP - Selama enam bulan awal pemerintahan ini, pasangaan Bupati dan Wakil Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau dan Syahban Sammana telah melakukan berbagai hal.

Di antaranya, penyelesaian dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pangkep, memuat perencanaan lima tahunan implementasi dari visi misi dan dasa cita Pangkep Hebat.

Dalam reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan, Yusran-Syahban telah menyelesaikan Perda tentang perangkat daerah, yaitu peraturan bupati tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang menyederhanakan jumlah perangkat daerah dari 50 menjadi 42 perangkat daerah.

Begitu pun dengan bidang lainnya; seperti kesehatan, sosial, pertanian, infrastruktur, dan bidang lainnya.

“Krisis atau pandemi itu seperti api. Kalau bisa, kita hindari. Tetapi, jika hal itu tetap terjadi, banyak hal yang bisa kita pelajari dari kondisi ini,” kata Bupati Pangkep M Yusran Lalogau, Jumat (27/8/2021).

“Ujian ini harus mampu kita lewati bersama untuk melanjutkan prioritas pembangunan Kabupaten Pangkajene Kepulauan tahun anggaran berikutnya,” Yusran Lalogau menambahkan.

Yusran mengatakan optimistis memprioritaskan percepatan agenda pembangunan infrastruktur dasar yang mempunyai daya ungkit perekonomian.

Infrastruktur sistem informasi sosial dalam penguatan city branding Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, serta pemanfaatan teknologi informasi digital dalam penanganan permasalahan dan isu-isu strategis, di tahun 2022.

“Pada pembangunan Kabupaten Pangkajene Kepulauan TA 2022, kami optimis akan Selain itu, kami akan tetap melengkapi sarana dan prasarana aparatur dan sistem pendukung layanan dasar pemerintahan hingga ke tingkat desa/kelurahan.”

“Dan paling penting juga adalah pemberdayaan kelompok usaha dan pelaku ekonomi kreatif, serta perencanaan akses destinasi pariwisata unggulan," kata Yusran.(*)

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved