Breaking News:

Penistaan Agama

Bandingkan Pernyataan Yahya Waloi dan Abu Janda yang juga Dinilai Menista Agama

Penceramah Yahya Waloni dijadikan tersangka dengan kasus penistaan agama oleh Bareskrim Mabes Polri.

Editor: Muh. Irham
tribunnews
Abu Janda 

TRIBUN-TIMUR.COM - Penceramah Yahya Waloni dijadikan tersangka dengan kasus penistaan agama oleh Bareskrim Mabes Polri.

Ia ditangkap di kediamannya setelah dilaporkan oleh Komunitas Masyarakat Cinta Pluralisme. Yahya dilaporkan pada 27 April 2021 lalu. 

Laporan itu lantas diterima Bareskrim Polri dengan registrasi perkara dengan Nomor: LP/B/0287/IV/2021/BARESKRIM.

Mereka melaporkan Yahya karena diduga menyebar ujaran kebencian berlatar SARA di salah satu video ceramahnya di media sosial. Di video itu Yahya Waoni sempat mengatakan bahwa Kitab Injil fiktif serta palsu.

Selang sebulan kemudian atau Mei 2021, Kepolisian menyelidiki dan menetapkan Yahya sebagai tersangka dugaan penodaan agama. Namun, kepolisian baru mengumumkan penetapan Yahya sebagai tersangka kepada publik pada hari ini, Jumat (27/8).

"Sudah [ditetapkan tersangka]. Itu kan prosesnya sejak bulan April, Bulan Mei sudah naik penyidikan sudah jadi tersangka. Proses seperti itu," ujar Karopemnas Mabes Polri, Brigjen Rusdi Hartono, Jumat (27/8).

Selain Yahya Waloni, mereka juga melaporkan pemilik akun YouTube Tri Datu yang menjadi medium Yahya Waloni menyampaikan ceramahnya.

Rusdi mengklaim pihaknya tetap merespons segala sesuatu yang terjadi di tengah masyarakat. Hal itu dibuktikan dengan merespons laporan-laporan masyarakat yang masuk ke kepolisian.

"Beberapa hari ke belakang sudah terlihat apa yang kita lakukan dan tentunya kita lihat juga, banyak juga pihak yang telah apresiasi terhadap apa yang polri lakukan," kata dia.

Menanggapi penangkapan ini, Wakil Sekjen DPP PA 212 Novel Bamukmin, menilai tudingan kepada Ustad Yahya Waloni terkait kasus penodaan agama dinilai tidak mendasar.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved