Breaking News:

Citizen Reporter

SPNF Sanggar Pendidikan Belajar Bantaeng Gelar Workshop TBM

Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Sanggar Pendidikan Belajar (SKB) Bantaeng melaksanakan Workshop Taman Bacaan Masyarakat (TBM)

Penulis: CitizenReporter | Editor: Suryana Anas
Citizen Reporter
Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Sanggar Pendidikan Belajar (SKB) Bantaeng melaksanakan Workshop Taman Bacaan Masyarakat (TBM) bagi para pengelola TBM, komunitas baca, pegiat literasi, dan beberapa organisasi di Butta Toa. 

Citizen Reporter, Darmawan Denassa, Ketua Forum TBM Sulawesi-Selatan dan fasilitator Workshop melaporkan dari Bantaeng   

BANTAENG - Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Sanggar Pendidikan Belajar (SKB) Bantaeng melaksanakan Workshop Taman Bacaan Masyarakat (TBM) bagi para pengelola TBM, komunitas baca, pegiat literasi, dan beberapa organisasi di Butta Toa.

Kegiatan berlangsung  kampus SKB, Jalan Poros Bantaeng-Bulukumba, Tanetea, Desa Nipa-nipa, Kecamatan Pa'jukukang, pada  23-25 Agustus 2021.

Workshop diikuti 30 orang peserta dengan mengikuti protokol kesehatan dengan sangat ketat, berlangsung dengan metode daring dan luring.

Workshop ini merupakan kemitraan antara SPNF SKB Bantaeng dengan Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Kemdikbud Dikti RI, dibawah koordinasi Fungsi Keaksaraan.

"Kegiatan ini sangat penting bagi kami para pengelola TBM dan pegiat Literasi di Bantaeng untuk meningkatkan tata kelola TBM yang dibina dan saling berbagi informasi strategi pengembangan di masa pandami ini dan kedepan," kata St Ruhayati, Kepala SKB Bantaeng

Hadir sebagai narasumber antara lain Koordinator Fungsi Keaksaraan PMPK Dr Cecep Suryana, Ketua Umum Forum TBM  Nero Taufik  Abdillah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bantaeng Muhammad Haris, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Bantaeng Dr..Andi Akil, serta Kepala SPNF SKB Bantaeng.

Para narasumber memberikan informasi tentang kebijakan pemerintah untuk peningkatan budaya baca dan lietrasi masyarakat, mengenal enam lietrasi dasar, strategi pengembangan dan jejaring, peran penting pengelola dan pegiat dalam mendukung pengurangan dampak pembelajaran jarak jauh seperti learning loss dan literasi loss.

Dalam kegiatan ini para peserta menyusun rencana tindak lanjut setiap TBM dan komunitas, rencana bersama untuk mendukung peningkatan budaya baca dan literasi di Bantaeng, dan profile masing-masing lembaga.

Kegiatan di tutup Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bantaeng "Para pengelola TBm dan pegiat literasi bekerja dengan semangat kerelawan untuk kemajuan pendidikan dan daerah  dan itu patut kami apresiasi" salah satu pernyataan Kadis Dikbud dalam kesempatan ini. 

Para pengelola TBM kemudian melaksanakan agenda Musyawarah Pembentukan Forum TBM Daerah Bantaeng, dimana terpilih Agussalim sebagai Ketua, Suardi diamanahi sekretaris, dan Syarfiah Zainuddin sebagai bendahara untuk masa bakti 2021-2026. "Mendorong Bantaeng sebagai Kabupaten Literasi di Indonesia menjadi salah satu rekomendasi yang dihasilkan Musda" ungkap Suardi yang menjadi pimpinan sidang dalam musda.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved