PSM Makassar
The Macz Man: Semoga Pemain Berkontribusi Besar Untuk PSM Makassar
Untuk mengukur sejauh mana kekuatan PSM, idealnya dengan mengukur kekuatan dan kemampuan tim lain.
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Saldy Irawan
Menurut Uki Nugraha, mengukur kekuatan PSM sekarang terlalu dini. Pasalnya para pemain belum memperlihatkan performa sesungguhnya.
"Kalau kita mengukur kekuatan PSM terlalu dini. Ini bagus, ini kurang kurang, karena mereka belum memperlihatkan perfoma sesungguhnya," ucap pria akrab disapa Daeng Uki ini.
Ia percaya pada sesi latihan, uji coba dan pertandingan sesungguhnya itu berbeda. Bisa saja ketika latihan pemain hanya mengeluarkan kemampuan 60 persen karena takut cedera dan lain-lainnya.
Pastinya di pertandingan sesungguhnya akan berbeda. Mereka akan mengeluarkan kemampuan maksimal.
Lini per lini di PSM pun tak ada lagi keraguan. Apa lagi ditempati oleh pemain dengan jam terbang yang banyak dan mengerti seluk beluk sepak bola Indonesia.
"Pemain PSM telah memiliki jam terbang banyak dan paham seluk beluk sepak bola Indonesia," ucapnya.
Mengenai striker PSM asal Belanda, Anco Jansen yang baru merasakan atmosfer sepak bola Indonesia, Daeng Uki menilai itu suatu kelebihan.
"Anco masih baru di sepak bola Indonesia, tapi suatu keberuntungan juga karena permainan dia belum bisa terbaca oleh lawan," dalihnya.
Namun, akan menjadi blunder juga jika Anco Jansen tidak terlalu paham sepak bola Indonesia. Hal ini saling berkaitan.
Semoga dengan komunikasi dengan Wiljan Pluim dan pelatih bisa menjelaskan kultur dan budaya sepak bola Indonesia.
"Dijelaskan kultur dan budaya sepak bola Indonesia seperti ini, saya yakin sebagai pesepak bola profesional Anco mengerti dan bisa beradaptasi," bebernya.
Daeng Uki pun mengajak seluruh suporter untuk mendukung pemain dan tim kebanggaan PSM.
"Sekarang kita sisa mendukung dan mendoakan tim ini. Pemain bermain dengan hati dan membuktikan diri layak memakai jersey PSM," pungkasnya.