Tribun Edukasi
Burung Bisa Terbang Bebas di Bumi, Bagaimana di Luar Angkasa?
Burung hanya perlu mengepakkan sayap dan menambah kecepatannya ketika ingin terbang lebih cepat.
Tekanan udara ini tercipta ketika burung menggunakan otot dada mereka yang kuat untuk mengepakkan sayapnya.
Secara lebih spesifik, burung terbang karena adanya perbedaan tekanan udara.
Melansir dari situs Ask A Biologist (Arizona State University), tekanan udara di bawah sayap burung jauh lebih tinggi dibanding udara di atasnya.
Perbedaan tekanan udara dihasilkan dari masa jenis burung yang jauh lebih kecil dibanding permukaan tubuhnya yang luas.
Sehingga burung bisa terbang bebas di Bumi, tetapi tidak bisa terbang di luar angkasa.
Bagaimana dengan di pesawat luar angkasa?
Dalam situs Animal - How Stuff Works, dijelaskan jika burung mampu terbang di pesawat luar angkasa.
Mereka perlu mengepakkan sayapnya lebih keras dan lebih banyak di awal, dibanding ketika terbang di bumi.
Kepakan sayap tersebut dilakukan untuk membangun dan memperlambat kecepatan terbangnya.
Kelebihan utama burung dibanding manusia ketika berada di pesawat luar angkasa ialah tetap berfungsinya sayap dan ekor burung.
Mereka tetap bisa terbang sambil berbelok, serta menambah dan mengurangi kecepatan terbang. Berbeda dengan manusia yang harus berpijak pada benda atau dinding pesawat untuk bisa berpindah tempat.
Selama ekor dan sayap burung berfungsi dengan baik, mereka tidak akan mengalami kesulitan terbang di dalam pesawat luar angkasa.
Walau pada awal percobaannya, burung perlu beradaptasi untuk mengimbang bobotnya.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "https://www.kompas.com/skola/read/2021/08/21/120000369/bisakah-burung-terbang-di-luar-angkasa-,".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/burung-murai-batu-yang-harganya-mahal.jpg)