Tribun Edukasi
Burung Bisa Terbang Bebas di Bumi, Bagaimana di Luar Angkasa?
Burung hanya perlu mengepakkan sayap dan menambah kecepatannya ketika ingin terbang lebih cepat.
TRIBUN-TIMUR.COM - Burung adalah anggota kelompok hewan bertulang belakang yang memiliki bulu dan sayap.
Sebagian besar spesies burung di dunia mampu terbang menggunakan sayapnya (misalnya bebek, angsa, burung gereja, pelikan, burung hantu, elang, cenderawasih, dan masih banyak lagi).
Kecuali beberapa jenis burung yang biasanya endemik di tempat tertentu, seperti burung unta, moa, kasuari, kiwi, penguin, dan sebagainya.
Burung bisa terbang bebas di bumi.
Mereka bisa pergi ke tempat mana saja yang diinginkan.
Terkadang mereka berhenti sejenak untuk beristirahat atau mencari makan.
Burung hanya perlu mengepakkan sayap dan menambah kecepatannya ketika ingin terbang lebih cepat.
Tidak jarang pula mereka berseluncur di udara atau berdiam diri sesaat tanpa mengepakkan sayapnya.
Namun, kira-kira bisakah burung terbang di luar angkasa?
Burung tidak bisa terbang di ruang hampa udara
Dilansir dari Live Science, luar angkasa adalah ruang hampa udara yang penuh dengan kekosongan kosmik.
Hampir tidak ada materi yang dapat ditemui, walau sebenarnya beberapa tempat terjauh di ruang angkasa mempunyai materi seperti debu, gravitasi, dan sejenisnya.
Mengutip dari How Things Fly, burung tidak bisa terbang di luar angkasa yang hampa udara.
Karena seperti namanya, luar angkasa tidak mempunyai udara yang dibutuhkan burung untuk bernapas dan mengepakkan sayapnya.
Untuk bisa terbang, burung membutuhkan tekanan udara yang ada di atas dan di bawah sayapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/burung-murai-batu-yang-harganya-mahal.jpg)