Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Wajo

Aktivis Minta BUMD Milik Pemkab Wajo Dibubarkan, ini Alasannya

Jelang dua tahun jajaran direksi yang dilantik awal 2020 lalu itu, sampai saat ini dinilai belum melakukan apa-apa.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Saldy Irawan
tribun-timur
Aliansi Mahasiswa Indonesia Wajo Bersatu (AMIWB) 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Aktivitas pemasangan sambungan jaringan gas (jargas) rumah tangga sementara berlangsung di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Setidaknya, ada 5.750 SRT yang akan dipasang di Kecamatan Tempe dan Kecamatan Tanasitolo sepanjang 2021 ini.

Pemasangan jargas itu menggunakan APBN 2021 dan dikerjakan oleh PT PGN.

Menyikapi hal itu, aktivis Aliansi Mahasiswa Indonesia Wajo Bersatu (AMIWB), Syaifullah pun mempertanyakan posisi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Wajo Energi Jaya milik Pemkab Wajo.

Menurutnya, dalam pemasangan jargas di Kabupaten Wajo ini, BUMD milik Pemkab Wajo itu tidak mengambil peran serta tak dilibatkan.

"Buat apa ada BUMD kalau tidak dilibatkan ketika ada pekerjaan jaringan gas terlebih menjelang dua tahun ini BUMD belum bisa berbuat apa-apa," katanya, kepada Tribun Timur, Minggu (22/8/2021).

Jelang dua tahun jajaran direksi yang dilantik awal 2020 lalu itu, sampai saat ini dinilai belum melakukan apa-apa.

Padahal, sambung Syaifullah, masyarakat menaruh banyak harapan terhadap direksi BUMD saat ini.

"Justru ini momentum bagi Pemkab untuk melibatkan BUMD dalam jargas tersebut karena setelah proyek jargas tersebut selesai tetap akan diserahkan ke Pemda untuk pengelolaannya dan BUMD tentunya yang harus dilibatkan karena memang domainnya disitu," katanya.

Namun, apabila BUMD tidak dilibatkan sedari awal dalam jaringan gas rumah tangga ini, Syaifullah pun meminta Pemkab Wajo untuk membubarkan BUMD PT Wajo Energi Jaya itu.

"Ketika BUMD tidak dilibatkan buat apa lagi ada BUMD di Kabupaten Wajo, mending dibubarkan saja," katanya.

Sementara itu, Direktur PT Wajo Energi Jaya, Lukman Hamid, enggan berkomentar banyak mengenai hal itu dan mengaku akan menghadap ke Bupati Wajo, Amran Mahmud terkait polemik tersebut.

"Kita akan ketemu dengan Bupati dalam waktu dekat ini," katanya.

Sebagaimana diketahui, Kabupaten Wajo adalah salah satu daerah penghasil gas di Indonesia.

Sebelumnya diberitakan, Bupati Wajo, Amran Mahmud, memaparkan terkait penambahan jargas rumah tangga itu pasca kunjungan PT Solusi Energi Nusantara (SENA), yang didampingi pihak PT Perusahaan Gas Negara (PGN) ke Kabupaten Wajo.

"Kunjungan team leader PT SENA untuk melaporkan terkait pelaksanaan  Front End Engineering Design (FEED) dan DEDC (Detailed Engineering Design for Construction), sejenis dokumen perencanaan program pembangunan jargas 2022," katanya, Kamis (19/8/2021) lalu.

Sesuai dengan laporan team leader PT SENA, FEED-DEDC untuk pembangunan jargas di Kabupaten Wajo, tahun depan akan mendapat alokasi 5.083 sambungan.

Sambungan gas rumah tangga itu rencananya akan dialokasikan untuk tiga kecamatan di Kabupaten Wajo pada 2022 mendatang.

Yakni, di Kecamatan Gilireng, Kecamatan Tanasitolo, dan Kecamatan Tempe.

"Hasil FEED DEDC alokasi 5.083 sambungan itu akan di bangun di Kecamatan Gilireng 2.186 SRT, Tanasitolo 2.188 SRT dan Kecamatan Tempe 709 SRT," katanya.

Amran Mahmud pun sangat bersyukur dengan adanya rencana penambahan SRT di Bumi Lamaddukelleng. Pasalnya, tahun 2021 ini saja, Kabupaten Wajo juga mendapatkan alokasi 5.750 SRT.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved