Tribun Wajo
Ngebut di Jalan Bergelombang, Dua Pemuda Kecelakaan di Pitumpanua Wajo
Di balik jalanan beraspal yang sudah mulus itu terdapat beberapa titik jalan bergelombang akibat longsor.
Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUNWAJO.COM, PITUMPANUA - Jalan rusak di Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan membahayakan nyawa para pengguna jalan.
Kejadian terbaru, dua pemuda yang berboncengan sepeda motor terjatuh lantaran kondisi jalanan yang berlubang dan bergelombang di Desa Bottotengnga, Kecamatan Pitumpanua, Sabtu (21/8/2021).
Adalah Iskandar (20) warga Kabupaten Enrekang, yang berboncengan dengan Fadil (24), warga Kabupaten Soppeng.
Menurut Panit I Lantas Polsek Pitumpanua, Aiptu Supriadi, keduanya mengalami luka hingga dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Siwa.
"Keduanya telah mendapatkan perawatan di rumah sakit," katanya.
Iskandar mengalami luka di bagian siku dan lutut sebelah kirinya, sementara Fadil mengalami luka di bagian kepalanya.
Keduanya mengendarai sepeda motor berplat DW 2213 QB, dan bergerak dari arah utara ke selatan dengan kecepatan tinggi.
"Saat melaju dengan kecepatan tinggi, motornya tiba-tiba melalui jalanan beraspal yang berlubang dan bergelombang sehingga oleng dan tidak bisa dikuasai," katanya.
Tak ada korban jiwa dalam kecelakaan lalu lintas tunggal itu.
Namun, motor yang digunakan kedua pemuda itu mengalami kerusakan yang cukup parah.
"Kerugian materi ditaksir sekitar Rpn500 ribu," katanya.
Atas kejadian ini, Aiptu Supriadi meminta para pengguna jalan untuk berhati-hati dan mengurangi kecepatan kendaraan saat melintas di wilayah tersebut.
Sebab, di balik jalanan beraspal yang sudah mulus itu terdapat beberapa titik jalan bergelombang akibat longsor.
"Agar kejadian serupa tidak terulang, kami mengimbau pada pengguna jalan, terutama pengendara motor agar ngebut saat melintas di sini, karena ada beberapa ruas jalan bergelombang yang rusak akibat longsor," katanya.
Selain itu, warga setempat juga telah memasangi rambu hati-hati di sekitar jalanan tersebut, mengingat kejadian serupa bukan kali ini saja terjadi.