Denny Siregar

Terduga Teroris Kalbar Diduga Galang Dana Lewat Kotak Amal, Denny Siregar: Hati2 Ketika Menyumbang

Kepala Badan Intelijen Daerah Kalbar Brigjen Rudi Tranggono mengatakan, terduga teroris itu memanfaatkan kotak amal untuk membiayai kegiatannya.

Editor: Sakinah Sudin
Kolase Tribun Timur/ Sakinah Sudin
Kolase: Ilustrasi kotak amal (Tribunsumsel.com/khoiri) dan Denny Siregar (YouTube CokroTV). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Pegiat media sosial Denny Siregar turut berkomentar terkait terduga teroris Kalbar yang diduga galang dana lewat kotak amal.

Denny Siregar meminta masyarakat berhati-hati ketika menyumbang di kotak amal di sembarang tempat.

"Dari kotak amal saja, para teroris di JI mendapat dana sekitar 36 miliar rupiah setahun.

Dana ini disalurkan kepada jaringan2 mrk utk beli senjata yg kemungkinan besar dr Filipina.

Jadi, hati2 ketika menyumbang di kotak amal di sembarang tempat..," tulis Denny Siregar lewat akun Twitter @Dennysiregar7, Jumat (20/8/2021) pukul 6.32 malam.x

Cuitan Denny Siregar disertai artikel tentang pernyataan BIN yang mengungkap bahwa terduga teroris di Kalbar mengumpulkan dana lewat kotak amal.

Dilansir dari TribunPontianak.co.id, pekan lalu, Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri berhasil mengamankan seorang terduga teroris di di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar).

Terduga teroris di Kalbar tersebut ternyata bertugas untuk mengumpulkan dana.

Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Kalimantan Barat Brigjen Rudi Tranggono mengatakan, terduga teroris itu memanfaatkan kotak amal untuk membiayai kegiatannya.

Terkait dengan adanya teroris di Kalbar, Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Kalbar, Brigjen Pol Rudi Tranggono mengatakan jika Pontianak dialiri oleh sungai yang besar, namun sungai itu tidak berombak namun akan menghanyutkan.

"Begitu juga dengan adanya terorisme yang ada di Kalbar ini, padahal kita selama ini sama sekali tidak menganggap ada teroris di sini, namun ternyata ada yang ditangkap di Kalbar," ungkap Rudi Tranggono pada Senin 16 Agustus 2021 dari rilis yang diterima Tribun.

Lanjut Kabinda, mereka yang terlibat jaringan teroris katanya ada juga orang asli Kalbar yang sengaja dipengaruhi dan dicuci otaknya dengan paham-paham radikal. Sehingga nanti dapat melakukan aksi teror yang dapat meresahkan masyarakat.

"Memang di Pontianak ini belum, tapi kita jangan lengah karena bisa menjadi bibit, karena yang kemarin ditangkap itu adalah mereka yang bertugas mencari dana untuk kegiatan-kegiatan amaliyah melalui kotak-kotak amal yang ada di restoran, masjid-masjid yang tanpa kita mengetahui jika uang itu untuk mendukung kegiatan mereka," terangnya.

Padahal kata Kabinda lagi, niat masyarakat yang menyumbang adalah baik karena untuk bersedekah, namun oleh kelompok-kelompok menggunakan uang sedekah itu untuk kegiatan terorisme.

"Ini sangat bahaya, sehingga kita harus tetap waspada, namun kita harus optimis karena nawaitu kita untuk bersedekah. Namun harus waspadalah jangan sampai uang sedekah dari kita itu digunakan untuk organisasi teroris," harapnya.

Dirinya pun menyarankan agar warga tetap cerdas saat bersedekah, kalau ada kota amal yang mengatasnamakan yayasan yatim piatu atau pondok pasantren, harus dicek apa ada terdaftar di instansi pemerintah yayasan-yayasan itu.

"Kemarin saya ada penerimaan untuk tenaga kesehatan, dari 40 orang yang mendaftar setelah diseleksi tinggal 9 orang, dari 9 orang itu yang tidak paham Pancasila ada 3 orang, dan yang berpaham radikalisme dari hasil TWK dan mental ideologi ada ada 6 orang. Artinya anak muda yang tidak paham Pancasila dan berpaham radikalisme sekarang sudah banyak," jelasnya.

Menurut dia itu adalah fakta karena baru mengambil sampel 9 orang, dan bagaimana kalau diambil sampelnya sebanyak 1000 orang.

"Saya sebagai Kabinda meminta kepada instansi terkait untuk bersama-sama, sehingga jangan sampai anak muda mau agama ataupun suku apa terpapar radikalisme," pungkasnya. (Tribun-timur.com/ Sakinah Sudin,  TribunPontianak.co.id/ Alfon Pardosi)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved