Unismuh
Prodi Pemerintahan Unismuh Jadikan Desa Buakkang Gowa, Lokasi Pendampingan dan Pengabdian Masyarakat
Kerjasama FISIP Unismuh dan Desa Buakkang Kabupaten Gowa, dalam hal penyelenggaraan pendampingan tata kelola desa dan pengabdian kepada masyarakat.
TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Universitas Muhammadiyah Makassar atau Unismuh Makassar melakukan kerja sama dengan Desa Buakkang Kecamatan Bungayya Kabupaten Gowa.
Kerja sama tersebut melibatkan Program Studi S1 Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unismuh dalam hal penyelenggaraan pendampingan tata kelola desa dan pengabdian kepada masyarakat.
Naskah kerjasama kedua institusi itu ditandatangani oleh Ketua Prodi S1 Ilmu Pemerintahan Unismuh Makassar Dr Nuryanti Mustari SIP MSi bersama Kepala Desa Buakkang H Burhan Dg Bani, di Kantor Desa Buakkang Gowa, Senin (2/8/2021).
Hadir menyaksikan penandatangan kerjasama itu, Wakil Dekan IV FISIP Unismuh Makassar M Amin Umar SPdI MPdI, Sekretaris Unit Penjaminan Mutu (UPM) FISIP Unismuh Rudi Hardi SSos MSi.
Tampak pula Sekretaris Prodi Ilmu Pemerintahan Unismuh Ahmad Harakan SIP MHi, beberapa dosen, dan mahasiswa serta para aparat pemerintah Desa Buakkang
Nuryanti Mustari dikutip dalam rilis ke Tribun-Timur.com, Selasa (3/8/2021) mengatakan, penandatanganan kerja sama ini bertujuan meningkatan kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia.
Selain itu untuk berinteraksi multikultural bagi mahasiswa, dosen, pemerintah dan masyarakat dalam lingkup Prodi Ilmu Pemerintahan Unismuh dan Pemerintah Desa Buakkang Gowa.
"Terutama melalui kerjasama dalam pendampingan tata kelola desa dan pengabdian kepada masyarakat," kata Korwil Sulawesi dan Indonesia Timur Asosiasi Ilmu Pemerintahan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (AIPPTM) 2019-2023 itu.
“Kerja sama kedua institusi ini selama lima tahun dan dilaksanakan dalam bentuk pendampingan tata kelola desa oleh mahasiswa, dosen, serta pakar,” tambah peserta Sandwich di Universitas Ohio USA tahun 2009 ini.
Pembinaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Desa Buakkang, kata dosen Berprestasi Unismuh Makassar 2017 ini, khususnya aparatur sipil negara pada jenjang pendidikan serta penyelenggaraan pengabdian kepada masyarakat.
Sebelum pelaksanaan penandatanganan kerjasama, telah dilaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) oleh Lembaga Penelitian Pengembangan dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP3M) Unismuh Makassar.
"Kegiatan yang dilaksanakan berupa Peningkatan Kapasitas Masyarakat Melalui Penguatan Civic Literacy dalam Mewujudkan Desa Anti Money Politic pada Masa Pandemi Covid-19 di Desa Buakkang Gowa," tegas asesor BAN-S/M Provinsi Sulsel ini.
Kegiatan PKM LP3M Unismuh Makassar di Desa Buakkang dipimpin Ketua Tim Dr Nuryanti Mustari SIP MSi dengan anggota M Amin Umar SPdI MPdI dan Dr Muhammad Yahya MSi.
Pada kegiatan PKM ini menghadirkan dua narasumber yakni dosen Ilmu Pemerintahan FISIP Unismuh Rudi Hardi SSos MSi dengan materi tentang money politic dari perspektif hukum.
Narasumber kedua Wakil Dekan IV FISIP Unismuh Makassar M Amin Umar SPdI MPdI dengan tema soal money politic dari perspektif Islam.
120 Mahasiswa Lolos Program Kampus Mengajar Batch II
Sementara itu, sebanyak 46 dosen dan 120 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar Lolos dalam Program Kampus Mengajar Batch II tahun 2021.
Ketua Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Aktivitas Instruksional (LP2AI) Universitas Muhammadiyah, Nasrun mengatakan Kampus Mengajar adalah bagian dari program Kampus Merdeka.
Program yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas di luar kelas perkuliahan.
"Kegiatan ini merupakan Program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek)," ucap Nasrun lewat rilis yang diterima tribun-timur.com, Sabtu (31/7/2021) siang.
Mahasiswa akan ditempatkan di Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama untuk membantu peningkatan literasi dan numerasi di sekolah tersebut.
Mahasiswa yang lulus program ini akan mendapat bantuan biaya hidup dan bantuan akomodasi.
Potongan Uang Kuliah Tunggal (UKT), dan konversi SKS untuk memenuhi syarat penyelesaian gelar sarjana sekitar 20 SKS.
Mahasiswa yang mengikuti program ini merupakan mahasiswa aktif semester 5, aktif berorganisasi serta berprestasi (minimal ber-IPK 3,00).
Nasrun merincikan, 120 orang mahasiswa Unismuh yang lolos tersebut berasal dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Pendidikan Matematika, Teknologi Pendidikan.
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendididikan Bahasa Inggris, Pendidikan Fisika, Pendidikan Biologi, Pendidikan Bahasa Arab, dan Pendidkan Agama Islam.
“Ada pula yang non-kependidikan. Misalnya, ada dari Manajemen, Administrasi Negara, Ilmu Pemerintahan, Ilmu Komunikasi, dan Hukum Ekonomi Syariah," paparnya.
Para mahasiswa akan membantu mengatur manajemen sekolah, terutama sekolah-sekolah dasar atau menengah pertama, dalam hal memperbaiki kualitas yang belum memadai.
“Kampus Mengajar bukan sekadar diartikan mahasiswa akan mengajar, tapi lebih ditekankan sebagai fasilitator dan juga mendampingi guru. Terlebih di kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang, guru dituntut membuat pembelajaran yang menarik,” jelasnya.
Namun mahasiswa tidak akan bergerak sendiri di lapangan, mereka akan dibantu oleh dosen pembimbing.
“Dosen akan mendampingi mahasiswa bimbingan untuk bertemu dengan Dinas dan sekolah, serta melakukan sesi pendampingan mahasiswa selama program berlangsung. Selain itu, dosen juga akan berkomunikasi dengan guru pamong,” lanjutnya.
Dikatakan, dosen pembimbing akan memberikan penilaian akhir kepada mahasiswa bimbingan, serta memberikan rekomendasi untuk pengembangan diri mahasiswa bimbingan.
“Dosen dan mahasiswa yang lolos, akan segera di-SK-kan oleh Pak Rektor. Selanjutnya, akan disampaikan ke Prodi masing-masing,” tutup Ketua LP2AI Unismuh ini. (*)