Breaking News:

Launching Tribun Sulbar

Wabup Ado Mas'ud Ceritakan Awal Pemerintahan Bangun Kembali Mamuju Pasca Gempa

Ketika gempa mengguncang awal 2021 lalu, Mas'ud saat itu belum dilantik sebagai wakil kepala daerah.

Penulis: Ari Maryadi | Editor: Hasriyani Latif
Tangkapan layar youtube
Wakil Bupati Mamuju, Ado Mas'ud mengucapkan selamat atas peluncuran portal Tribun Sulbar secara virtual, Kamis (29/7/2021) sore. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wakil Bupati Mamuju, Ado Mas'ud mengucapkan selamat atas peluncuran portal Tribun Sulbar secara virtual, Kamis (29/7/2021) sore.

Ia berharap Tribun Sulbar hadir menyajikan informasi kepada masyarakat Sulbar.

Menurutnya media dibutuhkan agar ikut membantu mengawasi dan mengontrol pemerintahan di Sulbar.

"Kami berharap kehadiran Tribun Sulbar mampu memberi informasi aktual, beri pandangan, beri kontrol kepada kami di pemerintah agar berjalan sesuai koridor," kata Mas'ud.

Ketika gempa mengguncang awal 2021 lalu, Mas'ud saat itu belum dilantik sebagai wakil kepala daerah. Saat itu ia sedang berada di rumahnya.

"Saya berada di Mamuju bersama keluarga, saat itu kami berperan relawan sekaligus pengungsi, kita fokus penanggulangan bencana alam dengan semua stakeholder yang ada," kenangnya.

Setelah dilantik sebagai wakil kepala daerah, ia bersama bupati Mamuju diperhadapkan tugas berat memulihkan kondisi pascabencana.

"Kondisi saat itu masih dalam proses masa darurat, berbagai macam relawan, organisasi masyarakat, NGO berikan bantuan," katanya.

Mas'ud mengatakan, Pemda Mamuju di bawah pemerintah mereka membentuk sejumlah pokja.

Contoh misalnya ada beberapa kawan bergerak di NGO, fokus di kesehatan, lalu hubungkan dengan dinkes lalu bentuk pokja, begitupun organisasi lokal.

:Kita buat beberapa pokja kaitan dengan penanggulangan bencana, pokja kesehatan," katanya.

Mas'ud mengatakan, dampak gempa bukan hanya merusak infrastruktur, jembatan, rumah, kantor.

Namun gempa juga berdampak soal aktivitas kehidupan sosial, termasuk juga anak-anak sekolah.

Karena situasi covid-19 sekolah dihentikan dan saat itu anak-anak Sulbar fokus belajar di rumah melalui virtual dan saat itu belajar mengajar berhenti.

"Kami berpikir penanganan khusus pada saat gempa," sambungnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved