Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Corona Varian Baru

B.1.466.2 Corona Varian Baru Muncul di Indonesia saat Delta Plus Menyerang, Kenali Ciri-cirinya

Kasus infeksi puluhan ribu orang dalam satu hari tersebut bikin khawatir sejumlah penduduk.

Editor: Ansar
FREEPIK
Ilustrasi virus corona atau Covid-19. Kasus infeksi puluhan ribu orang dalam satu hari tersebut bikin khawatir sejumlah penduduk. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Jumlah kasus infeksi corona di Indonesia beberapa hari terakhir terus melonjak sampai pecah rekor.

Kasus infeksi puluhan ribu orang dalam satu hari tersebut bikin khawatir sejumlah penduduk.

Kasus baru covid-19 di Indonesia pada Rabu ini bertambah sebanyak 47.791 kasus.

Dengan penambahan tersebut, total akumulasi kasus Covid-19 di Tanah Air menjadi 3.287.727.

Lonjakan penambahan kasus positif Covid-19 beberapa pekan terakhir ditengarai oleh virus varian baru dari SARS-CoV-2 varian delta.

Bahkan Indonesia tercatat sebagai negara dengan kasus kematian tertinggi di dunia yaitu mencapai lebih dari 2.000 orang dalam satu hari.

Peneliti sekaligus Ketua Tim WGS SARS-CoV-2 LIPI Sugiyono Saputra menyatakan, kasus Covid 19 di Indonesia tidak hanya disebabkan oleh varian delta.

Berdasarkan riset yang dilakukan, juga ditemukan varian baru asal Indonesia yaitu varian B.1.466.2

“Sebelum varian delta masuk ke Indonesia, varian lokal asal Indonesia ini pernah mendominasi kasus Covid-19 di Indonesia," ujarnya seperti dikutip dari laman LIPI, Selasa (27/7/2021).

ANCAMAN baru virus varian baru covid-19 yang berasal dari Indonesia.
ANCAMAN varian baru B.1.466.2 yang berasal dari Indonesia. (SHUTTERSTOCK/RUKSUTAKARN studio)

WHO juga memberi peringatan kepada Indonesia agar varian lokal terus dimonitor, karena secara genetik varian ini dimungkinkan tingkat penularan yang tinggi di masyarakat atau berpotensi menyebabkan penurunan efektifitas vaksin dan terapi obat.

Akan tetapi sampai saat ini, bukti ilmiah terkait efek secara epidemiologi atau bukti ilmiah yang menunjukan langsung efek dari mutasi yang terjadi belum ada.

"Varian lokal saat ini kasusnya tidak banyak dan sampai saat ini varian delta lebih berbahaya dan lebih mendominasi,” jelas Sugiyono.

Ia memaparkan, sejak penelitian Covid-19 dilakukan di Indonesia, selama lebih dari satu tahun LIPI telah menemukan lebih dari 10 varian Covid 19.

Namun varian yang menjadi perhatian (variant of concern) adalah varian alfa, beta, gamma dan delta.

Adapun varian lain yang baru mendapatkan pelabelan sebagai varian of interest (VOI) dari WHO adalah varian Lambda.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved