Masih Tidak Peduli Tingginya Covid-19, Belasan Mahasiswa Digiring ke Kuburan Korban Virus Corona
Karena sebelumnya mereka diamankan setelah memaksa menggelar aksi unjuk rasa saat pandemi Covid-19 masih tinggi di Kabupaten Tangerang.
TRIBUN-TIMUR.COM - Masih ada yang tidak peduli dengan pandemi Covid-19 yang semakin tinggi di Indonesia, belasan mahasiswa mendapatkan hukuman dari Polresta Tangerang.
Belasan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini dibawa ke pemakaman oleh aparat polisi, Selasa (27/7/2021) malam .
Karena sebelumnya mereka diamankan setelah memaksa menggelar aksi unjuk rasa saat pandemi Covid-19 masih tinggi di Kabupaten Tangerang.
Setelah itu, mereka digiring ke kuburan Covid-19 di Taman Pemakaman Umum (TPU) Buniayu, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, dan ke RSUD Balaraja.
Tujuan dibawa ke pemakaman Covid-19 agar para mahasiswa dari HMI itu dapat tergugah bahwa Covid-19 nyata dan sudah menelan korban meninggal.
Berdasarkan catatan, saat ini di lokasi pemakaman khusus Covid-19 sudah memakamkan pasien Covid-19 sebanyak 1.401 kasus.

"Di Kabupaten Tangerang angka positif Covid-19 masih tinggi. Mari kita doakan tidak ada masyarakat kita yang meninggal dunia karena Covid," kata Kapolresta Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro, Rabu (28/7/2021).
"Dan kita doakan semoga para nakes (tenaga kesehatan-Red), TNI Polri dan para pejuang Covid-19 senantiasa diampuni dosanya, diterima segala amal ibadahnya dan ditempatkan ditempat yang layak di sisi Tuhan YME."
"Mari kita bersama-sama berjuang agar pandemi Covid-19 segera berakhir," katanya lagi.
Saat dibawa ke RSUD Balaraja, perwakilan RSUD Balaraja mengatakan bahwa pasien Covid-19 yang dirawat kebanyakan saturasi sudah di bawah 90 dan harus mendapat bantuan oksigen.
"Diajaknya rekan-rekan mahasiswa ke pemakaman khusus Covid-19 dan ke RSUD Balaraja agar dapat disadari, Covid-19 sudah menelan korban dan saat ini masih ada saudara kita yang berjuang sembuh karena terpapar Covid-19," ucap Wahyu.
Menurut Wahyu, mahasiswa memiliki peran strategis dalam upaya bersama penanganan dan penanggulangan pandemi Covid-19.
Mahasiswa sebagai agent of change dapat berperan mengedukasi masyarakat untuk disiplin melaksanakan protokol kesehatan dan mengikuti program vaksinasi Covid-19.
Dia menambahkan, pembinaan terhadap mahasiswa agar dapat mengerahkan potensi intelektual untuk mengedukasi masyarakat.
"Agar memahami pentingnya disiplin prokes sebagai salah satu upaya terhindar dari Covid-19," ujar Wahyu.