Jamur Hitam
Jamur Hitam, Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegah
Penyakit ini pertamakali terdeteksi di India saat negara tersebut mengalami tsunami Covid-19 beberapa waktu lalu.
TRIBUN-TIMUR.COM -Selain virus corona, penyakit global yang mengancam dunia saat ini adalah, jamur hitam. Jamur hitam atau mucormycosis sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian.
Penyakit ini pertamakali terdeteksi di India saat negara tersebut mengalami tsunami Covid-19 beberapa waktu lalu.
Di Indonesia sendiri, kasus infeksi jamur hitam sebenarnya telah muncul sejak sebelum pandemi Covid-19.
Meski terbilang jarang terjadi, penyakit jamur hitam termasuk penyakit berbahaya, sehingga patut diwaspadai. Angka kematian dan kesakitan akibat penyakit ini terbilang tinggi.
Lantas, apa saja gejala, penyebab, dan bagaimana cara mengatasi penyakit jamur hitam?
Penyebab jamur hitam
Melansir Medicine Net, penyakit jamur hitam adalah infeksi jamur sistemik yang disebabkan oleh golongan Mucormycetes, seperti Rhizopus spp, Mucor spp, Rhizomucor spp, Cunninghamella bertholletiae, Apophysomyces spp, dan Lichteimia.
Di antara banyak spesies jamur itu, Rhizopus spp adalah penyebab mucormycosis pada manusia yang paling sering diidentifikasi. Jamur hitam sering menyerang sinus, paru-paru, kulit, dan otak setelah seseorang menghirup spora jamur dari udara.
Kita dapat menghirup spora jamur atau kontak dengannya dari lingkungan seperti tanah, bahan organik yang membusuk, tumpukan kompos. Infeksi jamur hitam pada dasarnya dapat terjadi pada siapa saja pada usia berapa pun.
Tetapi, seseorang lebih mungkin mengalami infeksi jamur hitam jika memiliki sistem kekebalan yang lemah karena obat yang dikonsumsi atau memiliki kondisi kesehatan seperti:
Diabetes, terutama bila tidak terkontrol
HIV atau AIDS
Kanker
Transplantasi organ
Transplantasi sel induk
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/infeksi-jamur-hitam.jpg)