Breaking News:

KPK

Setelah Nurdin Abdullah, KPK Kembali Membidik Kasus Korupsi di Lingkup BUMD, Libatkan Mafia Tanah

kini KPK kembali membidik satu kasus dugaan korupsi yang diduga dilakukan oknum BUMD Pemprov DKI Jakarta.

Editor: Saldy Irawan
Ilustrasi penggeledahan oleh petugas Komisi Pemberantasan Korupsi. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus membidik pihak - pihak yang coba melakukan tindak pidana korupsi di lingkup pemerintahan, baik itu tingkat pusat hingga daerah.

Setelah KPK berhasil menjaring Gubernur Sulsel non aktif Nurdin Abdullah, dalam kasus dugaan korupsi fee proyek infrastruktur di Sulsel, dengan cara Operasi Tangkap Tangan (OTT),

kini KPK kembali membidik satu kasus dugaan korupsi yang diduga dilakukan oknum BUMD Pemprov DKI Jakarta.

Kasus tersebut terkait dengan pengadaan tanah di Munjul, Cipayung, Jakarta Timur, oleh BUMD DKI Jakarta PD Sarana Jaya.

Tak tanggung-tanggung, KPK telah menjadwal untuk memeriksa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai saksi.   

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengajak ketua KPK RI Firli Bahuri menunjukkan ruangan khusus KPK di Kantor Gubernur Sulsel, 22 Januari 2020 lalu.
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengajak ketua KPK RI Firli Bahuri menunjukkan ruangan khusus KPK di Kantor Gubernur Sulsel, 22 Januari 2020 lalu. (Humas Pemprov Sulsel)

Menurut Ketua KPK, Firli Bahuri, selain Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, pihaknya juga akan memeriksa unsur DPRD DKI Jakarta sebagai saksi di kasus ini.

"Pada prinsipnya demi kepentingan penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, dengan kebutuhan yang benar di mata hukum dan memiliki relasi yang jelas dengan suatu kasus siapa pun bisa dipanggil tanpa terkecuali," kata Firli kepada wartawan, Senin (26/7/2021) kemarin.  

Pemanggilan terhadap Anies akan dilayangkan dalam waktu tak lebih dari dua pekan ke depan.

"Pada saatnya KPK akan menyampaikan kepada publik secepatnya, mungkin minggu ini atau minggu depan," kata Firli.

Jenderal polisi bintang tiga ini mengatakan, KPK masih terus bekerja menyelesaikan perkara para tersangka di kasus tersebut.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved