Tribun Makassar
Prof Idrus Paturusi Sebut Vaksin Satu-satunya Harapan Agar Terhindar dari Penularan Covid-19
Indonesia mencapai ranking pertama dunia untuk kasus baru per tanggal 23 Juli 2021.
Penulis: Ari Maryadi | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Guru Besar Ilmu Kedokteran Universitas Hasanuddin,Prof Idrus Paturusi hadir menjadi pembicara dalam Webinar Sinergi Atasi Covid-19.
Kegiatan itu digelar Yayasan Kalla mengusung tema "Manfaat dan Perlunya Vaksin Covid-19".
Kegiatan digelar secara daring melalui Youtube Tribun Timur, Sabtu (24/7/2021) siang.
Mantan rektor Unhas dua periode itu mengajak masyarakat Sulawesi Selatan untuk menyukseskan vaksinasi Covid-19.
Prof Idrus mengatakan vaksin adalah satu-satunya harapan agar penularan covid-19 dapat dihindari.
"Yang jelas satu-satunya harapan agar penularan dihindari tentu adalah vaksin Covid-19," kata Prof Idrus dalam paparannya.
Dikatakan, Pemerintah Indonesia menargetkan 70 persen vaksinasi dari total 270 juta penduduk Indonesia.
Jika target itu tercapai, maka kekebalan buatan atau herd immunity akan tercipta.
"Data vaksinasi tertanggal 23 Juli 2021, target sasaran nasional vaksinasi adalah 208.265.720, kalau ini kita capai maka kita mencapai target 70 persen," terangnya.
Saat ini vaksinasi tahap 1 Indonesia baru menyasar 43.717.254 penduduk.
Menurut Prof Idrus hal itu masih long to go menuju target 70 persen penduduk.
Sementara vaksinasi tahap 2 baru mencapai 17.154.145 penduduk Indonesia.
Prof Idrus mengajak masyarakat Sulawesi Selatan melindungi diri dan keluarga dari covid dengan vaksin.
Menurutnya, vaksinasi penting untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga.
Pemerintah menjamin vaksin yang digunakan sesuai dengan standar keamanan dan melewati uji klinik.
"Ini jadi kampanye pemerintah, kalau kita berhasil sampai 70 persen heard immunity maka mudah-mudahan komunitas masyarakat terlindungi," terangnya.
Prof Idrus Paturusi juga mengungkapkan data covid-19 di Indonesia sudah mencapai total 3.033.339 kasus positif dengan kasus baru sebesar 49.509 kasus.
Prof Idus mengatakan Indonesia mencapai ranking pertama dunia untuk kasus baru per tanggal 23 Juli 2021 kemarin.
Sementara total pasien meninggal dunia mencapai 79,032, dengan kematian baru 1.449.
Kemudian total pasien sembuh 2,392,923 dengan tambahan pasien baru 36.370.
"Kita ranking pertama dunia kasus baru hari itu. Ini jadi masalah, saya kira harus ada upaya turunkan kasus ini. Kalau kita lihat laporan jurnal, sebetulnya ada varian baru yang lebih mematikan yaitu varian delta, katanya dari India," jelasnya.
Sejatinya kata Prof Idrus, sejak September 2020 ada banyak varian baru muncul.
Prof Idrus menjelaskan, pandemi covid-19 memberi dampak yang luar biasa terhadap peradaban.
Seperti berpengaruh terhadap mikro ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan.
"Semua berdampak, ini harus jadi masalah kita bersama bagaimana ini kita putus mata rantai," katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/prof-dr-idrus-paturusi-hadir-menjadi-pembicara-dalam-webinar-sinergi-atasi-covid-19.jpg)