Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PSM Makassar

Ingat Rochy Putiray? Bomber PSM, Pemain Indonesia Satu-satunya yang Pernah Bobol Gawang AC Milan

Rochy Putiray membobol gawang AC Milan yang saat itu diperkuat Paolo Maldini dan Andriy Shevchenko

Editor: Ilham Arsyam
Bolasport
Rochy Putiray saat memperkuat timnas Indonesia 

Dia telah menyelesaikan studi S1 di perguruan tinggi Universitas Surakarta (UNSA), sebuah universitas swasta di Jawa Tengah.

Bicara Pengaturan Skor hingga Prediksi Persija Juara Liga 1 2018

Pada Liga 1 musim 2018, Rochy Putiray sempat membuat heboh dengan prediksinya yang terbukti benar.

Dia menyebut kala itu bahwa Persija akan juara, padahal di klasemen PSM Makassar memimpin.

Dia pun berbicara secara blak-blakan tentang pengaturan skor di liga Indonesia.

Perihal pengaturan skor dan juara Liga 1 2018 disampaikan Rochy Putiray pada sesi diskusi bertajuk "Pangeran, Mingguan - BLAK-BLAKKAN SOAL PSSI" yang tayang di saluran Youtube Asumsi, Minggu (2/12/2018).

Dalam diskusi tersebut, Rocky Putiray menantang Anton Sanjoyo taruhan jika juara Liga 1 2018 pemenangnya Persija Jakarta, bukan PSM Makassar.

"Ya iyalah (semuanya sudah diatur). Ayo siapa mau taruhan kalau tahun ini Persija juara?," ujarnya.

Rochy Putiray mengaku jika dirinya sudah tidak pernah lagi menonton pertandingan sepak bola.

"Ngapain buang-buang waktu? Sudah ketahuan juga siapa yang menang," ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Anton kemudian mempertanyakan apakah maksud dari pernyataannya itu adalah bahwa pertandingan sepakbola di Indonesia sudah diatur sebelumnya.

"Ya iyalah (semuanya sudah diatur)," ucap Rochy yakin.

Menurut Rochy, pengaturan pertandingan sangatlah terlihat di pertandingan klub-klub sepakbola Indonesia.

"Sudah lihat dong, seharusnya Persib Bandung itu punya poin, punya peluang untuk juara tahun ini, tapi dari awal digembosin terus kan," paparnya kala itu.

Bahkan, menurut Rochy, ia sudah bisa memprediksi siapa saja klub yang akan mendapatkan promosi.

"Dari jaman saya bermain sudah ada. Pada saat bermain mengalami ditawarin juga ada," ungkapnya.

Menurut Rochy, hal itu bukanlah hal baru dan memang harus dibenahi.

"Kalau federasinya tegas, otomatis manajemen klub, pelatih, pemain, pasti bisa berjalan ke arah yang benar," katanya. (*)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved