Breaking News:

Tribun Sinjai

Harga Cabai Rawit di Sinjai Mulai Turun

Harga cabai rawit di pasar tradisional di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan mulai turun.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Suryana Anas
Pemkab Sinjai
Wakil Bupati Sinjai, Andi Kartini Ottong pantau harga kebutuhan pokok di Pasar Sentral Sinjai 

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA- Harga cabai rawit di pasar tradisional di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan mulai turun.

Hal itu karena pasokan cabai dari Kabupaten Jeneponto dan Kabupaten Bantaeng melimpah.

Harga cabai rawit yang semula mencapai Rp 60 ribu per kilogram kini mencapai Rp 40 ribu per kilogram bahkan turun menjadi Rp 30 ribu per kilogram.

"Harga ini turun karena petani sudah panen dan distributor dari Bantaeng-Jeneponto juga memasok ke Sinjai," kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Pemkab Sinjai, Muh Saleh, Jumat (23/7/2021).

Disamping itu kedepan tidak ada kegiatan hajatan yang besar seperti lebaran atau puasa.

Muh Saleh memperkirakan harga cabai rawit bakal naik jika menjelang hari-hari besar atau menyambut tahun baru.

Kebutuhan yang terbesar saat ini yakni hanya masyarakat yang akan menyelenggarakan hajatan pesta pernikahan.

"Itupun kalau banyak masyarakat gelar pesta," jelas Muh Saleh.

Diungkapkan harga kembali akan mengalami kenaikan saat musim tanam karena saat petani menanam cabai rawit tidak ada produksi.

Namun berbeda dengan harga bawang merah. Semula harga bawang merah Rp 25 ribu per kilogram, kini Rp 30 ribu per kilogram.

Demikian juga harga telur ayam ras dalam sepekan terakhir ini mengalami kenaikan dari Rp 40 ribu per rak menjadi Rp 45 ribu per rak.

Di Kabupaten Sinjai terdapat dua wilayah kecamatan sentra penghasil sayur mayur salah satunya penghasil cabai rawit.

Kedua kecamatan tersebut berada di Kecamatan Sinjai Barat dan Kecamatan Sinjai Borong.

Di Kecamatan Sinjai Barat, seluruh desanya memiliki potensi pengembangan cabai rawit.

Sumber daya air yang cukup melimpah menjadikan dua kecamatan tersebut memiliki potensi besar untuk pengembangan sayur mayur dan tanaman hortikultura lainnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved