Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Alifian Mallarangeng: Puang Ancu Adalah Kabar Baik Saat Saya Kuliah di Jogya

Kalau Puang Ancu, begitu saya memanggilnya, sedang dinas ke Jogja, itu berita baik. Artinya, perbaikan gizi dan tambahan uang saku.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Thamzil Thahir
dok_facebook_tribun_timur
Andi_Alifian_Mallarangeng_demokrat_2021 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR —  Andi Alifian Mallarangeng (53 tahun), menyampaikan duka mendalam, menyusul meninggalnya pamannya, Andi Syamsul Alam Mallarangeng (69 tahun), Rabu (21/7/2021) siang di Makassar.

Kedukaan Sekretaris Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat ini, juga disampaikan di akun media sosial dan WhatsApp group, IKM Parepare.

“Innalilahi wa Inna Ilaihi Raji'un. Telah meninggal dunia, pamanda Andi Syamsu Alam Mallarangeng, pada pkl. 12.45 WITA, di Makassar.,” tulis Anto, sapaan akrab, mantan dosen Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar ini.

Bagi mantan Juru Bicara Presiden era SBY ini, kematian pamannya memberi banyak peringatan.

“Kematian memang sesuatu yang pasti datang. Tapi rasa kehilangan itu tidak bisa diabaikan. Selamat jalan Puang Ancu, pamanda tercinta. Semoga mendapat kemuliaan di sisi Allah SWT. Semoga keluarga diberi ketabahan.”

Alifian mengenang almarhum adik kandung ayahnya ini, sebagai sosok ‘sahabat’, yang banyak membantunya saat kuliah di Fakultas ISIPOl Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogyakarta, awal dekade 1980-an silam.

Ketua Ikatan Masyarakat Parepare (IKM) Parepare Andi Syamsul Alam Mallarangeng.
Ketua Ikatan Masyarakat Parepare (IKM) Parepare Andi Syamsul Alam Mallarangeng. (dok_fb_tribun-timur)

“Masih teringat waktu kuliah di Jogja dulu, kalau Puang Ancu, begitu saya memanggilnya, sedang dinas ke Jogja, itu berita baik. Artinya, perbaikan gizi dan tambahan uang saku.”

Selepas di UGM, Alifian melanjutkan studi oli politik dan pemerintahan di Universitas Illinois Utara (1997).

Ketika Alifian sedang merumuskan UU Politik dan Otonomi Daerah pascareformasi bersama Prof Dr Ryass Rasyid,Puang Ancu merupakan teman diskusi sekaligus narasumber.

Pengalaman panjang pamannya di pemerintahan daerah, sebagai Sekda Kabupaten Parepare, Plt Bupati Selayar, maupun Kepala Dinas Koperasi dan Pariwisata di Provinsi Sulawesi Selatan, ibarat buku dan kamus.

Alfian bercerita, beberapa tahun terakhir, saat menjabat  Ketua Umum Ikatan Keluarga Masyarakat (IKM) Parepare, pamannya lebih banyak bercerita tentang "diaspora" Orang Parepare di Nusantara bahkan di seluruh dunia.

“Pamanda bersemangat sekali bercerita bagaimana Orang Parepare bisa dan semakin banyak berkontribusi bagi bangsa dan negara ini, di manapun mereka berada.”

Legislator DPRD Sulsel Fraksi Demokrat, Selle KS Dalle
Legislator DPRD Sulsel Fraksi Demokrat, Selle KS Dalle (TRIBUN-TIMUR.COM/ARI MARYADI)

Selle KS Dalle, salah satu orang dekat almarhum sekaligus Ketua Komisi A DPRD Sulsel, mengkonfirmasikan kedekatan Alifian dengan mendiang pamannya.

“Puang Ancu itu Om (paman) yang sangat dekat dengan Deng Anto (Alifian) bersaudara. Dikisahkan, sepeninggal almarhum ayahnya (Andi Mallarangeng), Puang Ancu-lah yang jadi pengganti ayah.

“Waktu Deng Anto kuliah di luar negeri Puang anculah yang menjadi tempat konsultasi dan curhat. Ini juga karena memang Puang Ancu orang pemerintahan atau birokrat tulen sehingga pas dengan ilmu yang digeluti Deng Anto bersaudara.”

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved