Breaking News:

Iduladha 1442 H

Bupati Jeneponto Bolehkan Salat Idul Adha di Masjid dan Lapangan

Pemerintah Kabupaten Jeneponto memperbolehkan masyarakat melaksanakan salat Idul Adha secara berjamaah.

Penulis: Muh Rakib | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/MUH RAKIB
Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar 

TRIBUN-TIMUR.COM, JENEPONTO - Pemerintah Kabupaten Jeneponto memperbolehkan masyarakat melaksanakan salat Idul Adha secara berjamaah.

Pelaksanaan salat Idul Adha dibolehkan di mesjid dan lapangan terbuka.

Hal ini diungkap langsung oleh, Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar.

"Boleh di mesjid dan lapangan, kecuali zona merah," ujarnya saat di temui di ruang pola panrannuanta, Senin (19/7/2021) siang.

Meski diperbolehkan dilaksanakan ditengah pandemi, masyarakat tetap di imbau untuk mengedepankan protokol kesehatan.

"Pelaksanaan salat Idul Adha dengan protokol kesehatan yang ketat," ungkapnya.

Pelaksanaan salat Idul Adha ini hanya dilaksanakan daerah yang berada di zona hijau, kuning dan orange. Kecuali zona merah.

"Boleh kecuali Kabupaten zona merah, Jeneponto orange," ucapnya.

Sebagaimana diketahui bahwa pelaksanaan Idul Adha tidak lepas dari pemotongan hewan kurban.

Khusus Bupati sendiri akan berkurban sebanyak empat ekor hewan kurban.

"Saya pribadi adalah, mungkin tiga ekor sampai empat ekor saya persiapkan," bebernya.

Sementara itu, Plt Gubernur, Andi Sudirman Sulaeman mengarahkan seluruh pemerintah daerah untuk melaksanakan salat Idul Adha kecuali daerah yang berada di zona merah.

"Boleh dilaksanakan di mesjid dan lapangan, kecuali zona daerah merah," bebernya saat vikom dengan Bupati Jeneponto.

Tak lupa juga ia mengimbau agar seluruh jamaah salat Idul Adha untuk mengedepankan protokol kesehatan untuk menghindari penularan covid 19.

Laporan Kontributor Tribun Jeneponto, Rakib

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved