Breaking News:

Tribun Luwu

Basmin Mattayang Bakal Salat Iduladha di Masjid Agung Belopa, Syukur Bijak di Lapangan Batusitanduk

Sulaiman, ketua Pengurus Hari Besar Agama Islam (PHBI) Luwu menegaskan perayaan Iduladha 1442 tetap akan dilaksanakan.

Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Hasriyani Latif
Kominfo Luwu
Masjid Agung Belopa di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. 

TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Pemerintah Kabupaten Luwu memperbolehkan umat muslim melaksanakan Salat Iduladha 1442 H secara berjamaah.

Umat Islam diperbolehkan melaksanakan salat di masjid dan lapangan terbuka.

Bupati Luwu Basmin Mattayang dijadwalkan salat di Masjid Agung Belopa.

Sementara Wakil Bupati Syukur Bijak di Lapangan Batusitanduk, Walenrang.

Adapun Sekda Sulaiman diagendakan di Masjid Raya Al Ishlah Belopa.

Sulaiman yang juga ketua Pengurus Hari Besar Agama Islam (PHBI) Luwu menegaskan perayaan Iduladha 1442 tetap akan dilaksanakan.

Dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang ketat.

"Kita mengikuti surat edaran Menteri Agama RI, bagi daerah yang bukan zona merah bisa menggelar Salat Iduladha di masjid-masjid dengan protkes pencegahan Covid-19," kata Sulaiman yang dikonfirmasi tribun-timur.com via telepon, Senin (19/7/2021) siang.

"Untuk menghindari kerumuman jamaah, kita menyepakati seluruh masjid di Luwu dibuka untuk dilaksanakan Salat Iduladha," paparnya.

Sementara yang bertindak khatib di Masjid Agung adalah Kepala Kementerian Agama Luwu H Jufri.

Kemudiam khatib di Masjid Raya Al Ishlah Belopa yakni Ketua Persamil Luwu, Usman Sahab.

Pemkab Luwu memperbolehkan umat Islam melaksanakan Salat Iduladha secara berjamaah.

Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bupati Luwu Nomor: 400/277/Kesra/VII/2021.

Tentang pelaksanaan Salat Iduladha tahun 1442 H/2021 M Luwu.

Edaran di teken Bupati Luwu Basmin Mattayang, Jumat (16/7/2021).

Edaran tersebut mememuat empat poin utama.

Pertama, umat Islam diminta melaksanakan takbir, tahlil, tahmid, dan tasbih pada malam Iduladha.

Sebagai tanda syukur sekaligus doa.

Agar wabah Covid-19 segera diangkat oleh Allah di masjid/mushalla.

Dengan ketentuan maksimal 10 persen dari kapasitas ruangan.

Dengan pengaturan bergantian maksimal lima jamaah.

"Dan tidak diperbolehkan untuk melakukan pawai takbir keliling," tegas Basmin dalam edaran tersebut dikutip tribun-timur.com.

Poin kedua adalah Salat Iduladha 10 Dzulhijjah 1442 H/2021 M dapat dilaksanakan dengan membuka seluruh masjid yang ada di Luwu guna menghindari pemusatan jamaah.

Dengan jumlah terbatas pada kapasitas 30 persen di setiap masjid dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Selanjutnya mempersingkat pelaksanaan Salat Iduladha dan Khutbah Iduladha dengan durasi waktu maksimal 15 menit.

Terakhir pembagian hewan kurban tidak dilakukan dengan sistem kupon.

"Tetapi didistribusikan oleh panitia kurban, dengan cara mengantar langsung ke rumah mustahik atau penerima daging kurban," imbaunya.

Edaran Gubernur Soal Salat Iduladha

Gubernur Sulawesi Selatan mengeluarkan surat edaran tertanggal 9 Juli 2021 di Makassar.

Surat yang ditujukan kepada Bupati/Wali Kota se-Sulawesi Selatan bernomor 451.11/6812/B.Kesra tentang Pelaksanaan Salat Iduladha Tahun 1442 Hijriah/2021 Masehi Provinsi Sulawesi Selatan.

Dalam surat yang diteken Pelaksana Tugas Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman tersebut, ada beberapa poin penting.

"Sehubungan dengan pelaksanaan Ibadah Shalat Iduladha 1442 H/ 2021 M dengan merujuk pada Surat Edaran Menteri Agama RI No. 16 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Malam Takbiran, Shalat Iduladha, dan Pelaksaanaan Qurban Tahun 1442 H/2021 M di luar wilayah PPKM Darurat," tulis Andi Sudirman.

Dengan mempertimbangkan Provinsi Sulawesi Selatan yang tidak termasuk dalam kriteria Level Asesmen 4/ PPKM Darurat dan dalam rangka mencegah atau memutus rantai penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Serta memberikan rasa aman kepada umat Islam dalam melaksanakan Shalat Idul Adha, maka disampaikan kepada seluruh Umat Muslim di Sulawesi Selatan beberapa hal sebagai berikut:

1. Melaksanakan Takbir, Tahlil, Tahmid, Tasbih pada malam Iduladha sebagai tanda syukur sekaligus doa agar Wabah Covid-19 segera diangkat oleh Allah Subhanahu Wataala' di Masjid/Mushalla pada Zona yang diizinkan atau di rumah masing masing.

2. Salat Iduladha 10 Dzulhijah 1442 H/2021 M dapat dilaksanakan di Masjid atau di lapangan terbuka dengan jumlah terbatas pada kapasitas 30 persen dan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat pada zona diizinkan.

Jika dilaksanakan di masjid dapat menambah kapasitas masjid dengan memanfaatkan pekarangan masjid untuk memenuhi kapasitas 30 persen.

Kecuali zona yang dilarang karena ditetapkan oleh Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten/ Kota sebagai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Mikro (PPKM Mikro) pada Wilayah satuan terkecil (Kelurahan, Desa, RW, RT - Mikro), maka dilaksanakan di rumah masing-masing bersama keluarga inti.

3. Pelaksanaan penyembelihan hewan Qurban dilakukan oleh panitia Qurban dan pembagian daging Qurban diantar langsung oleh panitia ke rumah para penerima.

4. Kepala Daerah Kabupaten/Kota untuk menindaklanjuti Surat Edaran ini dengan menerbitkan Surat Edaran di daerah masing-masing berdasarkan kewenangannya dengan tetap merujuk pada Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 17 Tahun 2021 dan Surat Edaran Menteri Agama No. 16 Tahun 2021.

Seperti diketahui, ada tiga daerah di Sulsel yang menerapkan Pemberlakuan pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

Pemkot Makassar lebih dulu, PPKM Mikro mulai diberlakukan per Selasa (6/7/2021).

Kemudian diikuti Pemkab Maros yang memberlakukan PPKM Mikro, Jumat (9/7/2021).

Lalu Pemkab Gowa, memberlakukan PPKM Mikro keesokan harinya pada Sabtu (10/7/2021).(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved