Breaking News:

Tribun Gowa

Dibully Gara-gara Pukul Pasutri Pemilik Warkop Saat Razia PPKM, Kuasa Hukum Sebut Mardani Drop

Mardani Hamdan eks sekretaris Satpol PP Gowa mengakui perbuatannya terkait kasus penganiayaan terhadap pasangan suami istri.

Penulis: Sayyid Zulfadli Saleh Wahab | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/SAYYID
Tersangka Mardani Hamdan oknum Satpol PP Gowa menjalanji pemeriksaan di Polres Gowa, Jl Syamsuddin Tunru, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/7/2021) sore. 

TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Mardani Hamdan eks sekretaris Satpol PP Gowa mengakui perbuatannya terkait kasus penganiayaan terhadap pasangan suami istri pemilik warung kopi (Warkop) di Panciro saat operasi PPKM mikro beberapa waktu lalu.

Hal itu disampaikan Kuasa Hukum Mardani, Muh Syahfril Hamzah saat ditemui di Mapolres Gowa Jl Syamsuddin Tunru, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/7/2021) petang.

Syahfril mengatakan bahwa Mardani sangat menyesali perbuatannya.

Ditanyai soal kondisi tersangka setelah menerima banyak kritikan bahkan bully, Syahfril mengatakan kondisi tersangka drop.

"Tetap dia drop dan tadi saya sempat pertanyakan dia sangat menyesali perbuatannya," ujarnya. 

Diketahui, pasca video pemukulan itu viral di media sosial Mardani menuai banyak kritikan.

Akun Facebook Mardani Hamdan juga diserbu netizen.

Ada juga kata-kata yang dilontarkan Mardani yang menjadi meme. 

"Saya Sappol Mana Izinmu."

Meme dalam bentuk gambar, stiker dan video itu beredar dimana-mana.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved