Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Nelayan Berebut WIlayah

Warganya Terlibat Konflik, Lurah Matekko: Situbaru dan Togambang Sebenarnya Satu Kesatuan!

Lurah Matekko, Kecamatan Gantarang, Andi Muhammad Refa, meminta warga tak terprovokasi

Tayang:
Penulis: Firki Arisandi | Editor: Saldy Irawan
tribun-timur
Lurah Matekko, Andi Muhammad Refa. 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Lurah Matekko, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Muhammad Refa, meminta warganya untuk tidak terprovokasi.

Pria yang akrab disapa Andi Saddang itu, mengaku jika pihaknya bersama dinas terkait saat ini sementara mencari solusi terkait dengan permasalahan ini.

Saddang berharap agar masalah ini tidak berkembang.

"Mudah-mudahan tidak terlalu berkembang, karena Situbaru dan Togambang satu kesatuan, mudah-mudahan segera ada solusi dari dinas terkait," harap Andi Saddang.

Ia berharap agar tidak ada pihak yang dirugikan dalam permasalahan ini.

Karena tujuan mereka sama, yakni untuk menafkahi dan mencari sesuap nasi untuk keluarga mereka.

Sebagai pemerintah di Kelurahan Matekko, Saddang mengaku telah menemui warganya.

"Saya sudah tenangkan warga, untuk sementara jangan dulu beroperasi sampai ada keputusan dari dinas terkait. Jadi kami tunggu dulu bagaimana keputusannya," tambahnya.

Ia juga mengaku bakal meminta Kadis Perikanan dan Kelautan Bulukumba, Alfian Mallihungan, untuk memberikan pengertian kepada warga.

Sekadar informasi, sebelumnya, dugaan pemicu insiden itu diduga akibat perebutan wilayah antara nelayan Situbaru dan Togambang.

Nelayan Situbaru, Kelurahan Bintarore, Kecamatan Ujung Bulu, Safaruddin, mengatakan, kejadian itu terjadi sekira Pukul 10.00 Wita.

Saat itu, ia keluar mencari ikan bersama dua rekannya yang lain dalam satu kapal.

Tiba-tiba datang kapal nelayan yang diduga milik nelayan Togambang.

"Dia dari arah belakang, saya dikejar. Saya mencoba menghindar tapi tidak bisa. Saya bilang, ditabrak maki ini, dan langsung kita ditabrak," beber Safaruddin.

Tidak sampai disitu, kata Safaruddin, nelayan Togambang, kata dia seolah memang telah mempersiapkan aksi itu.

Pasalnya, di atas kapal juga ada tombak yang dipersiapkan.

"Saya dipukul pakai tombak, untung bisa saya tangkis," kata dia.

Namun, itu dibantah oleh Nelayan Togambang, Kecamatan Gantarang, Akmal.

Ia menceritakan, pertamanya ia melaut untuk mencari ikan.

Namun saat menurunkan jaring, dia diteriaki oleh nelayan Situbaru

"Pertamanya, saya kasi turungkan jaring, tiba-tiba ada satu perahu dari Situbaru mendatangi saya lalu berteriak sambil menyuruh saya menarik jaring saya," beber Akmal.

"Terus dengan senang hati saya menariknya, tiba-tiba mereka memanggil temannya melebihi 30 perahu, sambil melempar saya batu sama balok-balok, jadi tidak ada jalan lain saya memotong jaring saya lalu pulang kedaratan," tambahnya.

Sesampainya di daratan, ia memanggil kakaknya untuk membantu mencari sisa jaringnya.

Pasalnya, harga jaring yang jatuh tersebut hampir mencapai Rp30 juta.

Yang sebelumnya ia tinggalkan karna tidak tahan dengan lemparan batu.

"Saya tidak tahan dengan lemparan batu mereka, sanking marahnya mereka sampai di kampungku melempar batu ke kapalku," tambah Akmal.

Sehingga tak ada pilihan lain selain menabrak agar bisa lolos dari serangan para nelayan Situbaru.

Karena, kata dia, banyak yang membawa parang.

Sebelumnya, Kapolres Bulukumba AKBP Suryono Ridho Murtedjo, meminta nelayan yang terlibat perebutan wilayah untuk sama-sama menahan diri.

Dia meminta agar masalah ini diselesaikan sesuai dengan mekanisme.

Itu disampaikan oleh AKBP Suryono, saat ditemui di Kantor Dinas Perikanan Bulukumba, Jumat (16/7/2021) sore.

"Saya harap agar ini diselesaikan sesuai dengan mekanisme. Kita berharap semua bisa menjalankan kegiatannya, termasuk memancing di laut," kata Suryono.

Untuk itu berharap semua menanggapi persoalan ini dengan kepala dingin.

Salah satunya menyerahkan ke pihak terkait untuk mencarikan solusinya. (*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Firki Arisandi

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved