Bedah Buku Forum Dosen
Prof Idrus: Banyak Penganut Konspirasi Mengaku Salah Soal Wabah Covid-19
Banyak yang menganggap bahwa covid-19 adalah sebuah konspirasi. Merupakan hasil rekayasa Ilmiah di laboratorium Wuhan
Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Akademisi Fakultas Kesehatan Univeristas Hasanuddin Makassar, Idrus Paturusi menjawab soal covid-9 virus, bisnis atau konspirasi?.
Idrus melalui bedah buku forum dosen mengatakan, awal mulanya hadirnya virus corona ini memunculkan debat di kalangan masyarakat.
Banyak yang menganggap bahwa covid-19 adalah sebuah konspirasi. Merupakan hasil rekayasa Ilmiah di laboratorium Wuhan.
Namun, melihat perkembangan kasus hari demi hari, dimana data yang dipublikasi terus mengalami peningkatan menjadi alasan bahwa virus ini benar adanya.
Bahkan, orang-orang yang dulunya menganggap ini sebagai konspirasi akhirnya sadar usai dinyatakan positif.
"Banyak yang mengaku bahwa itu konspirasi, bukan virus. Nanti kena baru mereka sadar bahwa itu bukan konspirasi," ucap Idrus Paturusi saat jadi pembicara bedah buku covid-19, virus, bisnis atau konspirasi yang disiarkan lewat YouTube Tribun Timur, Rabu (14/7/2021).
Idrus menegaskan, masyarakat tidak boleh main-main dan meragukan virus corona. Ini sangat berbahaya, apalagi variannya sudah bermutasi dan ganas.
"Jadi menjawab bahwa itu virus, saya kira sudah kita buktikan, bahwa banyak yang terpapar, yang meninggal, semuanya jadi pembelajaran," jelasnya.
Covid-19 apakah itu bisnis? Guru besar Universitas Hasanuddin ini menyampaikan, bisa jadi seperti itu.
Idrus mencotohkan, posisi Jackma sebagai orang terkaya di dunia yang berasal dari China lengser.
Pendiri Alibaba Group tersebut dikalahkan oleh Zhong Sanshan, sebagai produsen vaksin, kekayaannya melejit di akhir tahun 2020.
"Karena dia sudah menyiapkan alat yang kaitannya dengan covid. Seperti APD, masker, ventilator, semua disiapkan," sebut Idrus.
"Kalau mau mengatakan itu bisnis, yang memang seperti itu," sambungnya.
Belum lagi, wacana vaksin gotong royong yang tidak lagi digratiskan pemerintah.
Idrus menyimpulkan, covid-19 adalah virus, bukan konspirasi, dan memungkinkan jadi lahan bisnis.
Meski begitu, masyarakat harus tetap waspada. Apalagi virus Corona sudah bermutasi dengan banyak varian, efek yang ditimbulkan juga berbeda.
Teranyar, ada istilah happy hipoxia. Merupakan kondisi saat kadar oksigen menurun tapi penderita terlihat normal.
Beberapa kejadian, banyak warga yang meninggal karena ini. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/mantan-rektor-unhas-prof-idrus-paturusi-menceritakan-kronologi-dirinya-terpapar-virus-corona.jpg)