Annisa Pohan

Setelah Suaminya AHY Giliran Annisa Pohan Kritik Pemerintah, Minta Buzzer Diam soal Vaksin Berbayar

Minta Buzzer tak menjawab, Annisa Pohan kritik pemerintahan Jokowi soal Vaksin berbayar yang dijual mulai 12 Juli

Editor: Mansur AM
INSTAGRAM
Annisa Pohan, istri Agus Harimurti Yudhoyono 

TRIBUN-TIMUR.COM - Setelah suaminya Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY, giliran Annisa Pohan melancarkan kritikan kepada pemerintahan Jokowi. 

Kritikan Annisa Pohan terkait vaksin berbayar.

Menantu SBY ini meminta pemerintah memberikan penjelasan lengkap.

Ia tidak ingin buzzer yang menjawab empat kritikannya yang diunggah via akun twitter, Minggu (11/7/2021). 

Baca juga: 2 Putra SBY Bicara atas Nama Rakyat, Denny Siregar: Agus ma Ibas Tahu Apa tentang Rakyat Kecil?

Diketahui, pemerintah resmi membuka layanan vaksinasi berbayar di delapan jaringan klinik Kimia Farma.

Kebijakan itu termasuk ke dalam salah satu program Vaksin Gotong Royong yang diatur pemerintah melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 19 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi mengatakan, jenis vaksin yang digunakan untuk Vaksin Gotong Royong dan vaksin program pemerintah (gratis) tidak boleh sama.

Program Vaksin Gotong Royong menggunakan 2 vaksin asal China, Sinopharm dan Cansino.

“Vaksin yang digunakan pada program vaksinasi pemerintah dan vaksin Gotong Royong tidak boleh sama jenis dan mereknya. Vaksin Sinovac, AstraZeneca, Novavac, dan Pfizer tidak digunakan untuk program Gotong Royong. Namun pada Permenkes tersebut dijelaskan vaksin yang didapatkan dari hibah dengan merek yang sama dengan program Gotong Royong, bisa digunakan untuk vaksinasi program pemerintah,” kata Siti Nadia. 

Selanjutnya, Siti Nadia mengatakan, tujuan dari program Vaksin Gotong Royong adalah memperbanyak cakupan vaksinasi Covid-19.

Menurutnya saat itu, 28.000 perusahaan telah mendaftar melalui Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) untuk mengikuti program Vaksin Gotong Royong. Pemerintah melalui Bio Farma berkomitmen menyiapkan 15 juta dosis vaksin untuk program tersebut.

Annisa Pohan melalui unggahan di akun Twitter pribadinya @AnnisaPohan melayangkan 4 pertanyaan mengenai Vaksin Gotong Royong dari pemaparan pemerintah itu.

"15 juta vaksin adalah angka yang cukup besar ,

Bagaimana cara menghindari conflict of interest dari sebagian pihak yg memiliki potensi untuk diuntungkan?

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved