Tanaman Porang
Cara Budidaya Porang Agar Hasilnya Maksimal
Tanaman penghasil umbi tersebut memiliki nama ilmiah Amorphophallus muelleri. Di sebagian wilayah Indonesia, ada juga yang menyebut iles-iles
Akan tetapi, dengan melakukan perawatan seperti membersihkan rumput dan alang-alang yang tumbuh di sekitar tanaman porang bisa membuat hasil panen lebih baik.
"Kalau bisa, kalau ada tanaman alang-alang itu dicabuti. Soalnya (alang-alang di dalam tanah) bisa menembus umbi, bikin rusak umbi Porang," jelas dia.
6. Semprot seperlunya
Membudidayakan tanaman porang ini tidak cukup sulit seperti tanaman lainnya. Edi berkata, selama masa tanam, porang tidak perlu disemprot pestisida secara rutin.
Kecuali, jika tanaman tersebut berada di tanah yang terlalu lembab dan diserang jamur, serta saat tanah terinfeksi yang bisa mengakibatkan umbi porang juga ikut terinfeksi. Jika tanah di sekitar penanaman Porang tersebut terinfeksi, maka petani wajib dan harus membersihkannya.
"Tanaman yang satu saluran air (tanah terinfeksi) lainnya harus dipupuk dan dikasih fungisida," ucap dia.
7. Panen porang
Porang dapat dipanen setelah enam bulan atau sehabis periode musim kemarau berakhir. Jika tidak dipanen, tanaman porang akan layu dan seolah mati.
Tapi mereka tidak mati, nanti musim berganti, tahun depan saat musim kemarau berikutnya kalau diberikan pupuk dan dirawat, tanaman porang bisa berisi kembali.
"Makanya kalau tidak sempat panen, bisa sampai tiga tahun ke depan, itu nanti hasilnya gede (besar umbinya) kalau dirawat," ucap dia.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/petani-di-dusun-tellang-desa-talumae-kecamatan-watang-sidenreng-mengecek-porang.jpg)