Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tanaman Porang

Cara Budidaya Porang Agar Hasilnya Maksimal

Tanaman penghasil umbi tersebut memiliki nama ilmiah Amorphophallus muelleri. Di sebagian wilayah Indonesia, ada juga yang menyebut iles-iles

Editor: Muh. Irham
TRIBUN-TIMUR.COM/NINING
Petani di Dusun Tellang, Desa Talumae, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, saat mengecek bibit porang yang sudah mulai tumbuh, Minggu (4/7/2021). 

"Apalagi tanah yang kandungan pasirnya tinggi itu lebih bagus lagi," tuturnya.

2. Ditanam jangan terlalu dalam

Hal berikutnya yang harus dilakukan agar hasil umbi porang bagus adalah jangan menanam bibit porang terlalu dalam.

Edi menyebutkan, kedalaman yang paling ideal adalah sekitar 10-15 sentimeter di kedalaman tanah. Jika Anda menanamnya terlalu dalam, maka hasil umbi porang akan memanjang seperti singkong, tetapi juga terdapat sekat di antaranya.

"Kalau terlalu dalam (menanamnya), bisa pisah-pisah (pada umbinya)," jelasnya. Maksudnya akan seperti singkong yang memiliki sekat agak memanjang, meskipun dalam satu umbi.

3. Jarak tanam jangan terlalu rapat

Meski tanaman Porang merupakan tanaman yang bisa ditanam di naungan pohon ataupun tumbuhan lain, Edi menyarankan agar jarak tanam porang jangan terlalu rapat. Jika Anda menanamnya dengan jarak rapat, maka umbi porang sulit untuk tumbuh besar membulat.

4. Harus diberi pupuk

Sama halnya dengan tanaman lain, untuk mendapatkan hasil yang maksimal harus diperlukan pupuk. Edi menyarankan, pupuk yang digunakan untuk porang adalah pupuk kandang.

"Sebaiknya harus pupuk kandang. Ini akan bagus untuk kondisi tanah subuh, secara fisika, kimia dan biologisnya juga baik dengan pupuk kandang," ujarnya.

Setidaknya, menurut dia, akan lebih baik jika petani memberikan 1 kilogram pupuk kandang, hanya sekali selama masa tanam.

"Kalau pake pupuk NPK itu memang hasilnya lebih bagus juga, tapi kandungan kimianya tinggi," kata dia.

Jika tetap ingin memberikan campuran pupuk kimia NPK, maka cukup 1 kali saja selama masa tanam. Sebagai informasi, masa tanam porang umumnya dilakukan saat periode musim kemarau hingga awal musim hujan.

5. Bersihkan rumput dan alang-alang sekitar Porang

Dikatakan Edi, sebenarnya porang merupakan tanaman yang tanpa dirawat masih tetap bisa tumbuh.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved