Tribun Makassar
Idrus Paturusi: Pemprov Sulsel Sunat Data Positif Covid di Sulsel
Data tersebut diambil dari 24 laboratorium yang melakukan uji swab di Sulsel. Dibandingkan dengan data yang diumumkan pemerintah pusat, BNPB.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Imam Wahyudi
Hasil swab laboratorium merupakan total keseluruhan positif yang diperiksa.
Baik positif karena kasus baru, maupun positif bagi pasien control.
"Ada dua kasus positif, pertama karena baru diperiksa, kedua orang yang sudah positif tapi dilalukan pemeriksaan kontrol," ucap Ichsan Mustari saat konferensi pers di Kantor Dinkes Sulsel, Rabu (7/7/2021) siang.
Ichsan mengakui, data yang dipegang Idrus Paturusi merupakan data dari 25 lab kesehatan di Sulsel.
Itu juga yang dipegang oleh Dinkes untuk dikirim ke Litbangkes Kemenkes RI.
Hanya saja, Dinkes melakukan penyaringan. Pihaknya tidak memasukkan data positif control karena sudah terdata sebelumnya.
"Data pasien positif covid-19 yang dirilis itu adalah data hasil pemeriksaan lab yang pertama," jelas Ichsan.
Dalam proses pengiriman data ke Litbangkes, Dinkes menggunakan aplikasi new all record (NAR), pendataannya by name by adress.
Sehingga kata Ichsan sangat tidak mungkin jika Pemprov Sulsel melakukan pengurangan maupun penambahan data.
"Tidak ada keinginan dari siapapun terutama satgas provinsi Sulsel maupun kabupaten kota untuk mengurangi atau menambah data yang ada terkait covid-19, apa yang terjadi ini lebih dari pada miss interpretasi," tegasnya.
Sebelumnya, Pakar Kesehatan Universitas Hasanuddin, Idrus Paturusi menduga ada pengecilan angka covid-19 yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
"Sepertinya begitu (pengecilan angka) makanya saya minta untuk ada penjelasan perihal perbedaan itu," kata Idrus Paturusi kepada tribun-timur.com, saat dihubungi tribun-timur com, Selasa (6/7/2021) malam.
Idrus Paturusi mengaku melakukan investigasi selama dua pekan.
Mulai 23 Juni hingga Senin, 5 Juli 2021 kemarin.
Data tersebut diambil dari 24 laboratorium yang melakukan uji swab di Sulsel. Dibandingkan dengan data yang diumumkan pemerintah pusat, BNPB.