Tribun Makassar
Idrus Paturusi: Pemprov Sulsel Sunat Data Positif Covid di Sulsel
Data tersebut diambil dari 24 laboratorium yang melakukan uji swab di Sulsel. Dibandingkan dengan data yang diumumkan pemerintah pusat, BNPB.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Imam Wahyudi
Misalnya, pada 4 Juli, 94 kasus yang diumumkan pemerintah pusat, namun data lab sebanyak 26 kasus.
Idrus menyampaikan, berdasarkan penjelasan dari Dinas Kesehatan Sulsel di salah satu stasiun televisi, adanya perbedaan data disebabkan, kasus yang dilaporkan pusat adalah kasus Sulsel sehari sebelumnya.
"Biasanya laporan nasional tertanggal hari ini diambil dari data lab satu hari sebelumnya," kata Idrus sesuai pernyataan Dinas Kesehatan yang didengar lewat stasiun televisi swasta di Sulsel.
Hanya saja, kata guru besar Universitas Hasanuddin ini, meski berbeda sehari, tapi tidak ad sinkronisasi data jika disandingkan dengan kasus yang diumumkan pusat hari ini dengan rekap data lab sehari sebelumnya.
"Itu kan ada memang statement menteri, mengatakan bahwa banyak daerah yang menyembunyikan data sebenarnya, karena tidak mau daerahnya dikatakan tidak mampu menanggulangi covid," tegasnya.
Kadis Kesehatan Dipanggil DPRD
Komisi E DPRD Provinsi Sulawesi Selatan memanggil Kepala Dinas Kesehatan dr Ichsan Mustari soal wacana sunat data Covid-19.
Rapat kerja berlangsung di Ruang Rapat Komisi E Gedung Tower DPRD Sulsel Jl Urip Sumoharjo Kota Makassar, Rabu (7/7/2021) siang.
Sejumlah anggota Komisi E meminta Ichsan Mustari memberikan penjelasan dan klarifikasi soal wacana sunat data Covid-19 yang berkembang di publik.
Anggota Komisi E, Haidar Madjid Demokrat menekankan perlunya kejujuran dalam penanganan Covid-19.
Haidar Madjid menekankan pentingnya kejujuran untuk membangun kepercayaan publik.
Hingga berita ini diterbitkan, Rapat Kerja Kepala Dinas Kesehatan Sulsel dr Ichsan Mustari dengan Komisi E DPRD Sulsel masih berlangsung.
Penjelasan Kadis Kesehatan Sulsel
Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Ichsan Mustari mengklarifikasi soal data covid-19 di Sulsel yang diduga dimanipulasi.
Ichsan mengatakan terjadi misinterpretasi dari hasil pemeriksaan swab di laboratorium.
