Candi Borobudur
Begini Asal Usul The Unfinished Buddha, Patung Tanpa Kepala dari Stupa Terbesar di Candi Borobudur
Patung Tanpa Kepala adalah menjadi salah satu peninggalan budaya paling menarik dari Candi Borobudur. Begini Asal Usul The Unfinished Buddha?
Menurut WF Stutterheim, seorang peneliti dan arkeolog Belanda, Candi Borobudur memiliki 505 patung Buddha, namun yang terpenting adalah Bhatara Buddha.
Entah bagaimana, Stutterheim yakin bahwa patung yang belum selesai itu adalah Bhatara Buddha.
The Unfinished Buddha kini berada di Museum Karmawibhangga yang berdekatan dengan Candi Borobudur.
Fondasi candi terbuat dari balok-balok batu yang diukir dari bahan vulkanik, sehingga menyatu.
Museum Karmawibhangga penuh dengan peninggalan menakjubkan dan benda-benda arkeologi yang memuliakan Sang Buddha.
Ruang Restorasi dan Ruang Karmawibhangga
Ruang restorasi berisi peta dan gambar restorasi candi dan menggambarkan bagaimana balok-balok batu saling bertautan, dan juga menampilkan beberapa artefak Hindu yang digali.
Ruang Karmawibhangga memiliki 160 relief Karmawibhangga yang dipamerkan di kaki Candi Borobudur.
Museum ini terletak di dalam Taman Arkeologi Borobudur, yang secara resmi dibuka pada tahun 1983.
Berisi koleksi batu kepala dan relik Buddha terbesar di Indonesia, museum ini menarik untuk dilihat.
Selain itu, museum juga memiliki cetak biru dan rencana arsitektur Borobudur yang dipamerkan.
Ia juga memiliki dokumen proyek restorasi yang dilakukan oleh UNESCO selama tahun 70-an.
Mengenai asal-usul Unfinished Buddha, diyakini telah ditemukan di stupa pusat pada awal abad ke-20, selama upaya restorasi.
Namun, pendapat ini sangat diragukan saat ini, karena para peneliti menemukan petunjuk baru tentang asal muasal patung tersebut.
Dikatakan bahwa patung Buddha yang tidak sempurna dibawa dari tempat lain dan tidak dimaksudkan untuk ditempatkan di dalam stupa utama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/patung-tanpa-kepala-dari-stupa-terbesar-candi-borobudur.jpg)