Kementan
Kunjungi Unhas, Mentan Syahrul Yasin Limpo Sempatkan Ngopi di Kantin Fakultas Hukum
Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo (SYL) melakukan kunjungan ke Universitas Hasanuddin (Unhas), Kota Makassar
Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo (SYL) melakukan kunjungan ke Universitas Hasanuddin (Unhas), Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Senin (5/7/2021).
Kunjungan ini, dalam rangka penyerahan bantuan Kementan RI ke Unhas.
Namun, disela-sela kunjungannya, SYL menyempatkan waktunya ngopi di kantin Fakultas Hukum Unhas.
Di sana terlihat, SYL sedang berbincang dengan Dekan Fakultas Hukum Unhas Prof. Dr. Farida Patittingi, dan Wakil Dekan III Dr. M. Hasrul.
Setelah itu, SYL didampingi Prof Farida, dan Dr. Hasrul menuju ke Gedung Rektorat untuk melakukan pertemuan dengan Rektor Unhas Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu.
"Tadi sempat ngopi dulu di fakultas hukum, wajib rasanya kalau kesini harus mampir dulu kesana,. Apalagi dijaga terus ini sama bu Dekan" ujar SYL saat berbincang dengan Prof Dwia.
Saat ini SYL beserta jajaran pejabat Unhas sedang melakukan pertemuan tertutup di ruang Ketua Majelis Wali Amanat (MWA), Lt. 4 Gedung Rektorat Unhas.
Diketahui, SYL merupakan lulusan Fakultas Hukum Unhas, bahkan ia sempat menjabat sebagai Ketua BEM.
Dan saat ini masih menjabat sebagai Ketua IKA Fakultas Hukum Unhas.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo telah melakukan kunjungan ke Kantor BBPP Batangkaluku Jl Poros Malino, Kabupaten Gowa, Minggu (4/7/2021) siang.
Disana, SYL mengatakan, pertanian merupakan sektor yang tetap bertahan dan tumbuh di tengah pandemi Covid-19.
Syahrul menegaskan jika bertani itu hebat dan keren.
Bahkan saat covid 19 menghentak dunia, dan membuat semua orang tidak berdaya termasuk perekonomian dunia melambat, pertanian mampu menjadi sektor yang tetap bertahan dan tumbuh.
“Kalau kita lihat dari PDB, hanya pertanian yang naik, sektor lain semua minus. Ekspor kita juga naik 15,79% dengan nilai Rp. 451,77 trilyun di 2020,” katanya
Mantan Bupati Gowa dua periode itu mengatakan, tahun ini, baru triwulan I saja pertanian sudah menyumbang 39,99%. Ini artinya pertanian memang dibutuhkan.